BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Deru mesin bus memecah pagi. Mobil patwal memimpin iring-iringan sembilan bus lintas provinsi yang membawa harapan ratusan jemaah menuju Tanah Suci.
Sebanyak 360 jemaah asal Samarinda yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 1 resmi memasuki Embarkasi Haji Balikpapan, Sabtu (25/4/2026) malam.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Kaltim, Muchlis Hasan, menyebut kloter perdana terdiri dari 356 jemaah dan empat petugas pendamping.
“Terdapat 153 jemaah laki-laki dan 207 perempuan,” kata Mohlis Hasan.
Kelompok rentan bahkan menjadi perhatian utama. Sebanyak 59 jemaah lanjut usia ikut dalam rombongan ini, terdiri dari 35 laki-laki dan 24 perempuan. Selain itu, 21 jemaah memerlukan kursi roda untuk mobilitas.
Kemenhaj bahkan telah mempersiapkan seluruh layanan dengan pendekatan khusus. Pemerintah mengusung konsep pelayanan inklusif bagi seluruh jemaah.
“Tahun ini kami mengusung Haji Ramah Lansia, Ramah Disabilitas, dan Ramah Perempuan. Fasilitas asrama hingga layanan penerbangan sudah menyesuaikan kebutuhan mereka,” jelasnya.
Setibanya dalam asrama, jemaah langsung menjalani proses satu pintu. Mereka juga menerima Surat Perintah Masuk Asrama (SPMA), kartu asrama, dan kartu konsumsi.
Satu hal yang juga paling krusial adalah kartu Nusuk. Kartu ini menjadi identitas utama selama menjalankan ibadah haji di Arab Saudi.
“Tanpa kartu Nusuk, akses layanan ibadah akan terhambat. Jemaah wajib membawa ini wajib setiap saat,” tegas Mohlis.
Sebagai informasi tambahan, kloter 1 akan terbang pada Minggu (26/4/2026) pukul 23.55 Wita. Penerbangan menuju Madinah menggunakan Garuda Indonesia nomor GA 4101 melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. (bro2)

