BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Kesiapan tenaga medis untuk Porprov Kaltim 2026 masih menghadapi keterbatasan. Panitia menyebut jumlah dokter belum memenuhi kebutuhan ideal untuk seluruh venue pertandingan.
Ketua Bidang Kesehatan PB Porprov Kaltim, Amri Yulihardi, menjelaskan kebutuhan dokter untuk siaga pada 64 venue sulit terpenuhi.
“Jika memerlukan dokter untuk stand by pada masing-masing venue yang berjumlah 64, Dinas Kesehatan tidak bisa memenuhi semuanya,” kata Amri, Selasa (5/5/2026).
Ia menegaskan tenaga medis harus terbagi agar layanan kesehatan masyarakat tetap berjalan. Terutama pada setiap fasilitas umum seperti RSUD Panglima Sebaya dan puskesmas.
“Kami harus berbagi, karena sebagian harus tetap berada dalam RSUD dan puskesmas untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan sebagaimana mestinya,” katanya..
Meski terbatas, panitia tetap melakukan pemetaan kebutuhan tenaga medis untuk mendukung kelancaran ajang olahraga tersebut.
“Yang jelas kami perlu konsultasi lebih mendalam dengan KONI Kaltim, karena pertandingan tidak boleh berjalan tanpa adanya tenaga medis, terutama dokter,” tambahnya.
Amri menegaskan fokus penanganan berada pada cabang olahraga yang berlangsung dalam wilayah Paser. Sementara pertandingan dalam Kota Balikpapan menjadi tanggung jawab KONI Kaltim bersama Pemerintah Kota Balikpapan.
Kondisi ini menjadi perhatian serius agar pelaksanaan Porprov tetap berjalan aman dengan dukungan tenaga medis yang memadai. (bro2)


