BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan Indonesia berhasil menghentikan impor solar pada 2026. Capaian ini menjadi tonggak baru dalam sejarah sektor energi nasional.
“Sektor BBM, capaian yang paling masyarakat rasakan adalah penghentian impor solar pada 2026,” kata Bahlil dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026)., .
Menurutnya, keberhasilan tersebut mendapat dukungan dari kebijakan mandatori biodiesel yang telah penerapannya selama hampir satu dekade. Saat ini, pencampuran bahan bakar mencapai 40 persen dan akan ditingkatkan menjadi 50 persen pada Juli mendatang.
Dengan skema ini, kebutuhan solar yang sebelumnya bergantung pada impor kini dapat terpenuhi dari bahan baku dalam negeri berbasis sawit.
Terinspirasi dari keberhasilan tersebut, pemerintah kini menyiapkan langkah serupa untuk bensin melalui pencampuran etanol. Bahlil mengungkapkan, pemerintah menargetkan implementasi mandatori etanol sebesar 20 persen pada bensin mulai 2028.
“Kalau kita mandatori 20 persen, berarti kita kurangi impor bensin sekitar 8 juta kiloliter,” jelasnya.
Ia menambahkan, Indonesia memiliki potensi bahan baku etanol yang melimpah, seperti singkong, jagung, dan tebu.
Selain BBM, pemerintah juga mencari solusi untuk ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG). Saat ini, Indonesia masih mengimpor sekitar 7,47 juta metrik ton LPG per tahun, sementara produksi domestik hanya sekitar 1,94 juta metrik ton.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah mengembangkan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif bahan bakar rumah tangga.
“CNG ini 30 sampai 40 persen lebih murah daripada LPG,” ujarnya.
Program ini telah menjalani uji coba pada restoran dan dapur program makan bergizi gratis (MBG). Sedangkan untuk rumah tangga dalam tahap persiapan.
Ia juga memastikan harga BBM dan LPG bersubsidi tetap stabil hingga akhir tahun, meski terjadi kenaikan harga minyak dunia.
“Sampai 31 Desember, sekalipun harga ICP 100 dolar AS, harga BBM dan LPG subsidi tidak akan naik,” pungkasnya. (bro2)




