BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Pelataran Hotel Horison Sagita Balikpapan pada Minggu (2/5/2026) pagi tampak ramai dari biasanya. Banyak kalangan Generasi Z (Gen Z) sabar mengantre. Rupanya mereka merupakan peserta audisi D’Academy 8.
Sesekali mereka mencoba mengasah vokal. Ada yang sendiri, namun tidak sedikit juga yang bernyanyi ramai-ramai. Lagunya dangdut.
D’Academy 8 merupakan program Indosiar untuk menjaring talenta penyanyi dangdut Tanah Air. Peserta audisi tidak hanya dari Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Bahkan ada yang berasal dari Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) dan juga Sulawesi.
Namun, tidak semua peserta berhasil melaju. Sejumlah peserta tersingkir sejak awal, salah satunya Rizky Ananda Pratama yang gagal akibat batasan usia.
“Saya jujur sangat kecewa,” kata Rizky yang berupaya menyembunyikan kesedihannya. Matanya tampak berkaca-kaca.
“Tadi sudah mempersiapkan banyak hal, tapi ternyata gagal karena persyaratan usia,” sambungnya.
Rizky mengaku berusia 23 tahun dan mengira masih memenuhi kriteria usia maksimal. Namun aturan yang berlaku membuatnya tidak dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Pasalnya, Desember nanti, usianya tepat 24 tahun.
“Sebelumnya memang sudah tahu ada batasan usia, tapi saya kira masih bisa ikut audisi,” ujarnya.
Gen Z Suka Dangdut

Zahra dan Nur Akila Putri, dua gadis asal Samarida yang ikut audisi D’Academy 8. (Berandapost.com)
Namun lain halnya dengan Nur Akila Putri dan Zahra, dua gadis dari Samarinda. Ia tampak gembira karena mendapatkan nomor audisi. Padahal perjuangannya belum selesai. Kedunya harus membawakan penampilan terbaik di depan panitia dan juga juri dan bintang tamu yakni Fildan jebolan D4 dan Valen D7.
Nur Akila bahkan telah menekuni dunia vokal dan musik sejak masih dini, dan ia kini merupakan pelajar kelas 7 SMP.
“Saya ingin mengangkat derajat orang tua dan bisa sukses lewat dangdut,” kata Nur Akila.
Sementara Zahra mengaku sudah hafal sekitar 17 judul lagu dangdut. “Walaupun kami generasi Z, kami tetap suka dangdut,” timpal Zahra.
Kesuksesan musim sebelumnya semakin memperkuat posisi Indosiar sebagai rumah ajang pencarian bakat. Program ini konsisten melahirkan bintang dangdut muda yang populer pada berbagai platform.
Direktur Emtek Media, Harsiwi Achmad, menyebut tingginya antusiasme menjadi dorongan untuk kembali menghadirkan ajang tersebut.
“Ini menjadi semangat bagi kami untuk memulai musim ke-8 D’Academy,” ujarnya.
Ia menambahkan, audisi berlangsung secara online dan offline agar kesempatan terbuka lebih luas. Sejumlah alumni D’Academy dan LIDA juga terlibat sebagai juri dan bintang tamu. (bro2)

