BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia Balikpapan bersiap menggelar Pekan Ekonomi Syariah Nusantara (PESAN) 2026. Program tersebut upaya memperkuat ekonomi dan keuangan syariah wilayah Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser.
Kepala KPw Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dukungan terhadap pengembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“PESAN 2026 merupakan bentuk komitmen berkelanjutan dalam memperkuat fondasi ekonomi dan keuangan syariah wilayah Balikpapan, PPU, dan Paser,” kata Robi, Senin (11/5/2026).
Kegiatan utama PESAN 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27-28 Juni 2026 di Main Atrium Pentacity Mall Balikpapan. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Kawasan Timur Indonesia.
“Termasuk juga Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2026,” sebutnya.
PESAN 2026 mengusung tema “Sinergi Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah yang Berkelanjutan dan Berdaya Saing”. PESAN 2026 akan menghadirkan showcase UMKM halal, dan talkshow tematik.
“Ada juga workshop penguatan kapasitas pelaku usaha, serta berbagai kompetisi kreatif berbasis ekonomi syariah,” paparnya.
Rangkaian PESAN 2026
Robi menjelaskan, kegiatan tersebut akan menghadirkan berbagai agenda edukatif dan penguatan kapasitas pelaku usaha syariah. Kegiatan ini melibatkan UMKM binaan, pesantren, akademisi, komunitas, hingga masyarakat umum. Fokus utamanya meningkatkan literasi ekonomi syariah dan daya saing usaha halal.
“Kami menyiapkan agenda unggulan mulai talkshow wakaf produktif, halal entrepreneurship, strategi kemandirian ekonomi pesantren, dan peluang ekspor produk halal,” bebernya.
Selain itu, juga akan berlangsung workshop branding dan kemasan produk halal, dan lomba kotbah ekonomi syariah. “Bahkan ada kompetisi konten kreatif, hingga lomba kuliner halal dan thayyib,” imbuhnya.
Dalam kegiatan tersebut, BI Balikpapan juga akan menampilkan capaian program ekonomi syariah, seperti penyerahan sertifikasi halal UMKM dan kerja sama pembiayaan syariah.
“Lelang wakaf produktif juga menjadi rangkaian PESAN 2026. Tujuannya mendorong pemanfaatan dana sosial syariah yang lebih optimal dan berkelanjutan,” jelas Robi.
Sebelum pelaksanaan kegiatan utama, BI Balikpapan telah menggelar rangkaian Road to PESAN 2026 melalui pelatihan UMKM, pendampingan sertifikasi halal, fasilitasi pembiayaan syariah, serta capacity building pengelolaan wakaf produktif.
Menurut Robi, Bank Indonesia memiliki peran penting dalam pengembangan ekosistem ekonomi syariah nasional.
“Bank Indonesia tidak hanya menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan, tetapi juga menjadi katalisator pengembangan ekonomi dan keuangan syariah,” tegasnya. (bro2)


