BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Aktivitas kendaraan bertonase besar yang selama ini memadati jalan utama Balikpapan perlahan mulai mendapatkan penataan. Pemerintah Kota Balikpapan resmi memulai pembangunan depo kontainer Kilometer (Km) 13, Kelurahan Karang Joang. Depo kontainer tersebut sebagai langkah menekan kemacetan sekaligus menertibkan aktivitas logistik.
Mutual Check 0 (MC0) dan pembersihan lahan atau land clearing merupakan tahap pertama pembangunan depo kontainer. Luas lahan untuk pembangunan sekitar 11 hektare dan merupakan aset Pemerintah Kota Balikpapan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, Muhammad Fadli Pathurrahman, mengatakan depo kontainer menjadi bagian penting dalam penguatan sistem logistik daerah sekaligus menciptakan lalu lintas yang lebih tertib..
“Setidaknya ini menjadi awal pembangunan depo kontainer angkutan barang. Mudah-mudahan langkah ini mampu menjawab berbagai persoalan transportasi,” kata Fadli, Sabtu (16/5/2026).
Selama ini, keberadaan truk logistik yang parkir pada bahu jalan hingga kawasan permukiman menjadi persoalan rutin sejumlah titik kota. Kondisi itu semakin parah karena adanya kendaraan berat yang melintas pada luar jam operasional sehingga memicu kepadatan lalu lintas.
Menurut Fadli, antrean panjang kendaraan angkutan barang pada sejumlah SPBU subsidi juga sering menambah kemacetan lalu lintas jalan utama.
Karena itu, pemerintah menyiapkan kawasan khusus yang nantinya mampu menampung aktivitas kendaraan logistik secara lebih tertata.
Fasilitas Depo Kontainer Km 13
Depo kontainer akan memiliki berbagai fasilitas penunjang, mulai dari area parkir, tempat istirahat sopir, lokasi alih muat barang dari truk besar ke kendaraan kecil, fasilitas uji kir, hingga pengisian bahan bakar.
“Kami ingin sopir memiliki tempat untuk beristirahat atau menginap sehingga tidak ada lagi parkir liar yang mengganggu lalu lintas,” katanya.
Penataan kendaraan berat menjadi salah satu fokus utama Pemerintah Kota Balikpapan melalui pembangunan depo tersebut. “Nantinya, seluruh aktivitas bongkar muat dan parkir kendaraan besar masuk ke kawasan depo sehingga tidak lagi menggunakan badan jalan umum,” terangnya.
Selain mendukung kelancaran distribusi logistik, proyek itu juga bakal berdampak positif terhadap peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Sekaligus juga menjaga kualitas infrastruktur jalan agar tidak cepat rusak akibat beban kendaraan berat. (bro2)


