BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Pandai Besi di Balikpapan Keluhkan Kurangnya Pesanan Golok Sembelih

Pandai Besi di Balikpapan Keluhkan Kurangnya Pesanan Golok Sembelih

Pandai besi melakukan proses tempa untuk membuat golok pesanan menjelang Iduladha. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Pandai besi tradisional di Kota Balikpapan mengeluhkan berkurangnya pesanan golok sembelih menjelang Iduladha 2026.

Salah seorang pandai besi, Juliansyah, mengatakan omzet pembuatan golok baru menurun drastis ketimbang musim kurban tahun-tahun sebelumnya.

“Tahun ini kurang. Penghasilannya enggak dapat banyak,” katanya, Selasa (19/5/2026).

Menurut Juliansyah, pada Iduladha tahun lalu bengkel miliknya mampu menerima 20 hingga 50 pesanan golok per hari. Namun saat ini, pesanan golok baru hanya berkisar lima hingga 10 bilah per hari.

“Kalau sekarang cuman masuk lima atau 10 pesanan baru,” ungkapnya.

14 Pensiunan ASN Pemkot Balikpapan Terima Santunan Rp7,5 Juta

Menurut Juliansyah, kondisi ekonomi yang lesu menjadi salah satu penyebab menurunnya minat masyarakat membeli perlengkapan kurban baru. Selain itu, banyak warga yang masih memiliki alat sembelihan yang layak pakai dari tahun sebelumnya.

Jasa Asah Makin Tajam

Ia menjelaskan, sebagian besar pelanggan kini lebih memilih mengasah ulang alat sembelihan lama daripada membeli golok baru. Permintaan jasa asah pisau dan kampak pemotong tulang justru mendominasi dalam beberapa pekan terakhir.

Sedangkan untuk menjaga kualitas produksi, bengkel tersebut tetap menyediakan berbagai jenis bahan baku seperti besi per, per spiral, hingga besi bearing yang mampu menghasilkan mata bilah lebih tajam.

Adapun harga golok dan pisau yang ia tawarkan berkisar Rp50 ribu hingga Rp150 ribu tergantung ketebalan bahan.

“Harga tergantung tingkat ketebalan bahan besi yang pemesan bawa atau kami sediakan,” jelasnya.

Pemkot Balikpapan Tarik Raperda Investasi, Pilih Atur Lewat Perwali

Salah seorang pelanggan, Jamaluddin, mengaku sengaja datang untuk mengasah alat kurbannya menjelang Iduladha.

“Sengaja ke sini buat persiapan Iduladha nanti. Sudah jadi rutinitas tahunan,” ujarnya.

Ia menilai hasil kerajinan pandai besi tradisional di Balikpapan masih dikenal tajam dan berkualitas. (bro2)