BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Paser mengikuti High Level Meeting (HLM), Senin (18/5/2026) di Balikpapan. Forum gelaran Bank Indonesia tersebut untuk memperkuat sinergi pengendalian inflasi daerah menjelang Iduladha dan antisipasi dampak El Nino terhadap pangan.
Kepala KPw Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menegaskan perlunya mewaspadai sejumlah komoditas pangan karena mengalami kenaikan harga. Hal tersebut berdasarkan hasil monitoring Early Warning System (EWS) hingga pekan kedua Mei 2026.
“Komoditas itu meliputi hortikultura, beras, minyak goreng, gula pasir, dan bahan bakar rumah tangga,” kata Robi dalam keterangan resmi, Selasa (19/5/2026).
Dalam HLM tersebut hadir Bupati PPU Mudyat Noor, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo, dan Asisten II Setda Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Paser Adi Maulana. Seluruh pimpinan daerah menekankan pentingnya penguatan sinergi pengendalian inflasi.
Selain itu, ancaman El Nino bakal memengaruhi produksi pangan Kalimantan Timur maupun daerah sentra produksi seperti Jawa dan Sulawesi. Curah hujan untuk Balikpapan, PPU, dan Paser pada Juni hingga Agustus 2026 diprediksi rendah.
“Kondisi tersebut berimplikasi pada risiko gangguan distribusi, penurunan pasokan dari daerah produsen, serta peningkatan biaya logistik,” jelas Robi.
Pasokan Pangan Cukup
Kendati begitu, Bank Indonesia dan TPID menilai ketersediaan pangan strategis masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha. Namun tetap harus menjaga stok beras, jagung, gula, minyak goreng, dan daging sapi melalui penguatan distribusi dan sinergi lintas sektor.
Selain pangan, pengawasan distribusi BBM subsidi dan LPG 3 kilogram juga menjadi perhatian utama menjelang peningkatan aktivitas masyarakat saat Iduladha.
TPID bahkan melaporkan berbagai langkah pengendalian inflasi sejak Februari hingga April 2026. Kabupaten Paser tercatat melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebanyak 19 kali, sementara Kota Balikpapan melaksanakan 44 kali GPM. Termasuk juga operasi pasar sembako dan LPG 3 kilogram.
Adapun Kabupaten PPU telah melaksanakan sembilan kali GPM dan 11 operasi pasar serta pemantauan harga harian dan ketersediaan pasokan.
Sebagai tindak lanjut HLM, TPID sepakat memperkuat langkah pengendalian inflasi melalui percepatan operasi pasar, sidak pasar berkala, optimalisasi belanja tak terduga, serta penguatan peran BUMD dan BUMDes sebagai offtaker pangan.
Selain itu, TPID juga mendorong percepatan tanam komoditas pangan dan hortikultura serta penguatan kerja sama dengan daerah sentra produksi pangan. (bro2)


