EKONOMI
Beranda / EKONOMI / BI dan TPID Kompak Kendalikan Inflasi Pangan Balikpapan-PPU-Paser

BI dan TPID Kompak Kendalikan Inflasi Pangan Balikpapan-PPU-Paser

Aktivitas di lapak basah Pasar Sepinggan Balikpapan. BI Balikpapan bersama TPID memperkuat pengendalian inflasi pangan melalui operasi pasar, gerakan tanam cabai, dan distribusi pangan. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus memperkuat sinergi pengendalian inflasi dan harga pangan. Terutama untuk Kota Balikpapan, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), dan Kabupaten Paser.

Kepala KPw Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, mengatakan langkah tersebut sebagai upaya antisipasi dan mitigasi risiko kenaikan inflasi daerah.

“TPID terus memperkuat berbagai kebijakan dan program pengendalian inflasi,” kata Robi, Selasa (12/5/2026).

Sejumlah langkah strategis telah berjalan sepanjang April 2026. Mulai dari rapat koordinasi teknis berbasis pemantauan harga atau Early Warning System hingga mitigasi dampak El Nino.

“Termasuk juga kenaikan harga minyak global,” ungkapnya.

Pelaku UMKM IKN Dilatih Kuasai QRIS dan Digital Marketing

Selain itu, TPID bersama Bulog Kalimantan Timur juga melakukan koordinasi terkait program bantuan pangan, distribusi beras SPHP, dan minyak goreng.

Robi menjelaskan, penguatan ketahanan pangan daerah juga berlangsung melalui kerja sama antardaerah, termasuk antara asosiasi pedagang pasar PPU dan Perusda Manuntung Sukses Balikpapan.

“Program penguatan ketahanan pangan juga melalui gerakan menanam cabai, padi, dan jagung sebanyak dua kali sepanjang 2026,” ujarnya.

Selain itu, Bank Indonesia mendorong Pemkab PPU agar melaksanakan operasi pasar pada empat kecamatan guna menjaga stabilitas harga pangan masyarakat. Sedangkan sektor perikanan, koordinasi intensif berjalan bersama pengepul ikan laut Kecamatan Penajam dan Waru sebanyak dua kali setiap bulan.

“Langkah tersebut untuk menjaga harga ikan layang, tongkol, bandeng, gembung, dan udang tetap stabil,” jelasnya.

Tomat dan Minyak Goreng Picu Inflasi PPU April 2026

Sementara untuk Kota Balikpapan, program penyebaran bibit cabai, terong, dan tomat berjalan terhadap 15 titik dengan total 3.478 bibit dan benih sepanjang April 2026.

“Ya, tujuannya memperkuat ketahanan pangan keluarga,” terangnya.

Selain itu, kegiatan gerakan pangan murah, pasar murah, dan operasi pasar juga terus digelar secara konsisten untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.

“Ke depan, Bank Indonesia akan terus bersinergi dengan seluruh TPID melalui implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera secara konsisten dan berkelanjutan,” sambung Robi.

Pada April 2026, Kota Balikpapan tercatat mengalami deflasi sebesar 0,05 persen secara bulanan akibat terjaganya stok dan pasokan pangan strategis.

Panen Perdana Nila Bioflok, Pertamina Pacu Ekonomi Warga Penajam

Sementara Kabupaten PPU mengalami inflasi sebesar 0,33 persen secara bulanan karena terbatasnya pasokan bumbu-bumbuan dan minyak goreng kemasan.

“Namun angka inflasi PPU masih lebih rendah ketimbang bulan sebelumnya yang mencapai 1,09 persen,” pungkas Robi. (bro2)