BERANDAPOST.COM, TENGGARONG – Deru mesin kembali terdengar stabil dari Lapangan Handil, salah satu lapangan minyak tertua Kalimantan Timur (Kaltim). Lapangan Handil telah beroperasi lebih dari setengah abad.
Dari balik aktivitas itu, PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) baru saja menuntaskan proyek besar. Rejuvenasi fasilitas produksi yang menjadi langkah penting menjaga ketahanan energi nasional.
Program Handil Rejuvenation menjadi upaya strategis untuk memperpanjang usia operasi lapangan mature. Sekaligus juga meningkatkan keandalan produksi migas Wilayah Kerja Mahakam.
Melalui program tersebut, PHM melakukan revitalisasi sumur dan fasilitas penunjang produksi. Tujuannya agar aliran fluida tetap optimal serta produktivitas aset terjaga secara berkelanjutan.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI), Sunaryanto, mengatakan pasca-peremajaan fasilitas dan perawatan Central Processing Area (CPA), produksi Lapangan Handil kembali meningkat.
“Peningkatan produksi itu didukung oleh kinerja sistem proses dan compressor yang lebih optimal setelah pelaksanaan perawatan fasilitas,” katanya dalam keterangan resmi, Minggu (10/5/2026).
Saat ini, produksi Lapangan Handil mencapai 15.020 barel minyak per hari atau sekitar lima persen lebih tinggi sebelum planned shutdown.
Persiapan Rejuvenasi Sejak 2023
Bagi industri hulu migas, planned shutdown bukan sekadar penghentian operasi sementara. Tahapan itu menjadi momen penting untuk melakukan pemeliharaan, peningkatan fasilitas, hingga modifikasi sistem demi menjaga keselamatan dan keberlanjutan operasi.
Persiapan program rejuvenasi tersebut sejak 2023 dan melalui proses panjang. Mulai persetujuan bersama SKK Migas dan Pertamina Hulu Energi (PHE), detailed engineering, pengadaan material, fabrikasi, hingga pelaksanaan tie-in atau penyambungan sistem pada 8–19 April 2026.
Dalam periode itu, PHM juga menjalankan berbagai pekerjaan besar lain, termasuk perawatan empat compressor dan delapan vessel, inspeksi pipa menggunakan teknologi Intelligent Pigging atau Inline Inspection (ILI), hingga peningkatan integritas fasilitas produksi jangka panjang.
Langkah tersebut karena usia fasilitas produksi Central Processing Area (CPA) Handil sudah tergolong mature, termasuk pipa utama berukuran 20 inci dan 16 inci yang membutuhkan peningkatan kondisi operasional agar tetap memenuhi standar keselamatan.
PHM turut melakukan penggantian pipa utama sepanjang 350 meter, modernisasi Distributed Control System (DCS), serta pembaruan sistem Fire & Gas (F&G). Seluruh pekerjaan berlangsung dengan pengawasan ketat terhadap aspek kesehatan, keselamatan, keamanan, dan lingkungan kerja.
General Manager PT Pertamina Hulu Mahakam, Setyo Sapto Edi, menegaskan seluruh rangkaian pekerjaan menerapkan standar HSSE secara ketat.
“Kegiatan full shutdown yang kompleks tersebut melibatkan hampir 1.000 personel dengan operasi kerja 24 jam, penerbitan 242 izin kerja, pelaksanaan 45 hot work naked flame atau NFL, dan total 241.176 jam kerja atau man hours,” tuturnya. (bro2)


