KUKAR
Beranda / DAERAH / KUKAR / Sertifikasi Juru Sembelih, Pemkab Kukar Perkuat Jaminan Produk Halal

Sertifikasi Juru Sembelih, Pemkab Kukar Perkuat Jaminan Produk Halal

Pemkab Kukar menggelar pelatihan sertifikasi Juru Sembelih Halal untuk memperkuat jaminan produk halal dan keamanan pangan masyarakat. (Prokopim)

BERANDAPOST.COM, TENGGARONG – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) memperkuat ekosistem halal. Melalui pelatihan dan sertifikasi Juru Sembelih Halal (JULHA), Pemkab Kukar ingin memastikan setiap proses penyembelihan hewan berjalan sesuai syariat Islam sekaligus memenuhi standar kesehatan pangan.

Asisten I Sekretariat Kabupaten Kukar, Akhmad Taufik Hidayat, menegaskan bahwa kehalalan makanan bukan sekadar persoalan teknis penyembelihan.

“Tetapi berkaitan erat dengan aspek spiritual, kesehatan, dan keberkahan hidup umat Muslim,” katanya, Senin (11/5/2026).

Ia menekankan penyembelihan yang sesuai syariat bukan sekadar tradisi, tetapi bagian dari tanggung jawab keagamaan.

“Kehalalan makanan merupakan amanah yang harus kita jaga bersama. ” ujarnya.

Sekolah Negeri Terapung Binaan PHM Raih Penghargaan Global

Ia mengingatkan, sertifikasi JULHA bukan hanya formalitas administratif. Menurutnya, sertifikat tersebut menjadi jaminan syar’i bahwa proses penyembelihan memenuhi ketentuan agama Islam secara menyeluruh.

“Mulai dari syarat penyembelih, tata cara penyembelihan, penggunaan alat, hingga perlakuan terhadap hewan, harus sesuai syariat,” tegasnya.

Taufik menjelaskan standar penyembelihan halal mencakup penyembelih beragama Islam, balig dan berakal, membaca basmalah serta takbir. Selain itu, menggunakan pisau tajam, memotong saluran yang diwajibkan, dan memastikan darah mengalir sempurna.

Selain memperkuat kapasitas juru sembelih, pelatihan tersebut juga bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilih produk daging yang terjamin kehalalannya.

“Masyarakat harus lebih berhati-hati dalam memilih daging konsumsi. Pastikan petugas penyembelih atau rumah potong hewan telah bersertifikat,” imbuhnya.

Dampak IKN Tekan Ekonomi, Kukar Dorong Solusi PAD dan UMKM

Menurut Taufik, peningkatan literasi halal menjadi bagian penting dalam perlindungan konsumen sekaligus menjaga ketenteraman umat. Ia juga berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan secara serius karena nantinya akan menjadi rujukan masyarakat dalam persoalan kehalalan produk daging.

“Saudara-saudara nantinya akan menjadi rujukan umat dalam persoalan kehalalan,” pungkasnya. (bro2)