BALIKPAPAN
Beranda / DAERAH / BALIKPAPAN / Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan Ambles, Diduga Akibat Pipa Bocor

Jalan Syarifuddin Yoes Balikpapan Ambles, Diduga Akibat Pipa Bocor

Pengendara melintasi Jalan Syarifuddin Yoes yang ambles akibat dugaan kebocoran pipa bawah tanah. Perbaikan permanen memakai bore pile dimulai bulan ini. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Patahan dan gelombang ekstrem pada ruas Jalan Syarifuddin Yoes, tepatnya simpang tiga BJBJ, bukan sekadar kerusakan biasa. Dari amblesnya badan jalan itu, terdapat persoalan serius pada struktur tanah yang terus bergerak akibat kejenuhan air di bawah permukaan.

Kondisi tersebut terungkap setelah investigasi visual dan pengujian geolistrik oleh dosen Teknik Sipil Politeknik Negeri Balikpapan sekaligus forensic engineer, Aco Wahyudi.

Menurut Aco, sumber persoalan berasal dari dugaan kebocoran utilitas bawah tanah yang memicu terbentuknya kantung air dalam area lereng jalan.

“Teridentifikasi adanya pipa PDAM yang bocor sehingga mengakibatkan terbentuknya konsentrasi air atau kantung air pada area lereng,” ungkap Aco, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, akumulasi air pada kedalaman empat hingga enam meter membuat struktur tanah lempung berpasir kehilangan kekuatan ikatnya. Kondisi itu semakin parah karena tekanan kendaraan berat dan pengaruh gravitasi pada area lereng.

Magang Disabilitas, Dinas Sosial Balikpapan Buka Kesempatan Kerja Inklusif

“Terjadi degradasi sifat tanah sehingga daya ikatnya berkurang. Karena lokasi berada pada area lereng, beban lalu lintas serta gravitasi memicu pergerakan tanah atau bidang gelincir,” jelasnya.

Aco menilai penanganan sebelumnya hanya bersifat sementara. Upaya penambalan dan perataan permukaan jalan sekadar menjaga akses kendaraan tetap terbuka tanpa menyentuh sumber utama kerusakan.

“Penanganan sebelumnya hanya sebatas leveling untuk memantau apakah penurunan kembali terjadi, karena itu belum menyentuh akar persoalan utamanya,” tegasnya.

Karena itu, ia mendukung langkah pemerintah menggunakan metode bore pile atau pile slab sebagai solusi permanen untuk menghentikan pergerakan tanah.

“Metode ini sangat stabil karena fondasi dapat memotong bidang gelincir longsor serta mampu menahan penurunan badan jalan secara permanen,” tutup Aco.

Percepat Izin Perumahan Balikpapan, Dukung Program 3 Juta Rumah

Perbaikan Gunakan Metode Bor Pile

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Kaltim, Yudi Hardiana, memastikan penanganan permanen berlangsung pada bulan ini setelah koordinasi bersama Dinas Pekerjaan Umum Kota Balikpapan.

“Betul, saat ini sudah dalam tahapan pembahasan,” ungkap Yudi.

Menurut Yudi, metode bore pile akan menggunakan tiang fondasi dalam untuk mengunci struktur tanah agar tidak kembali bergerak.

“Proses perbaikannya membutuhkan waktu sekitar tiga bulan,” tambahnya.

Selama proses pekerjaan berlangsung, pemerintah bersama aparat kepolisian dan perhubungan menyiapkan rekayasa lalu lintas demi menjaga kelancaran kendaraan pada jalur utama tersebut. (bro2)

HUT ke-26 LPADKT, Tegaskan Dukungan Penuh untuk IKN