BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Enam tahun hidup dalam rumah yang nyaris tak layak huni, Nur Hayati akhirnya bisa bernapas lega. Rumah sederhana yang ia tempati bersama keluarga kini masuk program Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) 2026. Artinya rumah nur yang terbuat dari kayu dan sudah jabuk itu akan dibedah oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Selama ini, Nur bertahan dalam kondisi bangunan yang memprihatinkan. Dinding mulai rapuh dan lingkungan tempat tinggal tidak lagi memberi rasa aman.
“Sudah enam tahun mendiami rumah ini. Kondisinya memang seperti ini,” kata Nur, Selasa (5/5/2026).
Ia mengandalkan pekerjaan serabutan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Penghasilannya tidak menentu, bahkan sering kali tidak ada pemasukan sama sekali.
“Kerja serabutan, kadang dapat Rp90 ribu, kadang tidak dapat,” katanya.
Keterbatasan ekonomi membuatnya tidak mampu memperbaiki rumah secara mandiri. Perbaikan bahkan hanya menjadi harapan yang terus tertunda.
Kesempatan itu datang ketika pihak RT setempat melakukan pendataan kondisi rumah warga. Dari proses tersebut, rumah Nur juga masuk dalam usulan untuk mendapat bantuan perbaikan.
“Ada bantuan dari RT yang mengusulkan rumah ini untuk dibedah,” ungkapnya.
Program bedah rumah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas hunian masyarakat, terutama bagi warga berpenghasilan rendah.
Bagi Nur, bantuan tersebut tidak sekadar memperbaiki bangunan. Lebih dari itu, program ini menghadirkan rasa aman dan harapan baru bagi keluarganya untuk menjalani kehidupan yang lebih layak. (bro2)


