KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Jemaah Haji Embarkasi Balikpapan Wafat usai City Tour Madinah

Jemaah Haji Embarkasi Balikpapan Wafat usai City Tour Madinah

Jemaah haji yang sudah memasuki Makkah dan mengenakan pakaian ihram. Jemaah haji Embarkasi Balikpapan asal Kaltim wafat di Madinah akibat hipertensi. (HO - Kemenhaj)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Suasana duka menyelimuti rombongan jemaah haji Embarkasi Balikpapan setelah seorang jemaah asal Kalimantan Timur wafat di Madinah, Arab Saudi. Padatnya aktivitas ibadah dan cuaca ekstrem Tanah Suci, kondisi kesehatan jemaah kembali menjadi perhatian serius petugas haji.

Jemaah tersebut bernama Indarjaya Purwadi, tergabung dalam Kloter BPN 1 Embarkasi Balikpapan. Almarhum meninggal dunia pada usia 62 tahun akibat hipertensi.

Ketua PPIH Embarkasi Balikpapan, Mukhlis Hasan, menyampaikan bahwa sebelum wafat almarhum masih sempat mengikuti kegiatan bersama rombongan jemaah.

“Jemaah atas nama Indarjaya Purwadi dari BPN 1 Kalimantan Timur. Penyebabnya hipertensi,” kata Mukhlis, Senin (11/5/2026).

Mukhlis menjelaskan, berdasarkan laporan petugas, almarhum sempat menjalani aktivitas city tour sebelum kondisi kesehatannya menurun.

Pangdam VI Mulawarman Tekankan Profesionalisme Prajurit di Kutai Timur

“Berdasarkan informasi yang kami dapat, almarhum sempat melaksanakan mengikuti city tour,” ungkapnya.

Sesuai ketentuan penyelenggaraan ibadah haji, jemaah yang wafat di Tanah Suci dimakamkan pada lokasi tempat meninggal dunia. Pihak keluarga juga telah menerima informasi terkait kabar duka tersebut.

“Pihak keluarga juga sudah kami informasikan,” jelasnya.

Selain kabar wafatnya satu jemaah, PPIH Embarkasi Balikpapan juga mencatat masih ada jemaah yang menjalani perawatan medis sehingga belum dapat melanjutkan perjalanan ibadah.

“Ada satu jemaah kloter dua yang sakit dan menjalani perawatan Rumah Sakit Madinah,” ungkapnya.

Hak Angket DPRD Kaltim Memanas, Mendagri: Kami Monitor

Cuaca panas ekstrem di Arab Saudi menjadi tantangan tersendiri bagi jemaah, terutama lanjut usia dan mereka yang memiliki riwayat penyakit bawaan. Suhu udara siang hari bahkan mencapai 45 derajat Celsius.

Karena itu, PPIH mengimbau jemaah mengurangi aktivitas berlebihan pada siang hari dan menjaga asupan cairan tubuh selama menjalani ibadah.

“Gunakan juga alat pelindung seperti payung atau semprotan air,” imbaunya.

Jemaah Menuju Makkah

Sementara dalam proses pemberangkatan yang masih berlangsung, Mukhlis memastikan pergerakan jemaah menuju Makkah berjalan sesuai jadwal. Gelombang pertama dan kedua mulai bergerak dari Madinah menuju kota suci Makkah.

“Gelombang kedua sudah menuju Makkah, begitu juga jemaah dari Madinah,” imbuhnya.

Porprov Kaltim Kekurangan Dokter, Layanan Kesehatan Dioptimalkan

Sedangkan Embarkasi Balikpapan masih akan memberangkatkan tujuh kloter berikutnya yang berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Utara.

Pada saat bersamaan, pemeriksaan istithaah kesehatan terhadap calon jemaah semakin ketat untuk memastikan hanya jemaah dengan kondisi layak yang bisa berangkat ke Tanah Suci.

“Pesan pemerintah jelas, kalau menurut dokter tidak layak, maka jangan berangkat,” tegas Mukhlis.

Hingga kini, tercatat sembilan calon jemaah haji mengalami penundaan keberangkatan akibat kondisi kesehatan, termasuk kehamilan dan penyakit berat.

“Ada yang hamil, ada yang sakit berat, termasuk kanker. Total yang tunda berangkat sembilan orang,” pungkasnya. (bro2)