BERANDAPOST.COM, TENGGARONG – Program Sekolah Negeri Terapung Kutai Kartanegara meraih pengakuan internasional dalam ajang The 18th Annual Global CSR & ESG Summit & Awards 2026, Bangkok, Thailand. Program ini gagasan PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) untuk memperluas akses pendidikan wilayah pesisir.
Program tersebut untuk SMPN 6 Anggana, Desa Sepatin, yang terkenal sebagai “sekolah terapung” karena posisinya pada kawasan Delta Mahakam dengan pengaruh pasang surut laut.
Akses menuju lokasi cukup menantang. Perjalanan dari Samarinda harus melalui jalur sungai sejauh sekitar 80 kilometer dengan waktu tempuh sekitar tiga jam.
Tahun ini, perusahaan menyalurkan bantuan berupa pembangunan gapura sekolah dan taman belajar. Penyerahan bantuan tersebut saat manajemen PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) berkunjung pada 28 April 2026.
Dalam kunjungan itu, manajemen juga melakukan penanaman mangrove bersama siswa, guru, dan masyarakat sebagai bagian dari pelestarian lingkungan pesisir.
Senior Manager Relations PHI, Handri Ramdhani, menjelaskan kegiatan monitoring dan evaluasi bertujuan memastikan program berjalan efektif serta memberi manfaat nyata.
“Melalui Program Sekolah Negeri Terapung, kami ingin mendukung perluasan akses dan peningkatan kualitas pendidikan serta mendorong kesadaran generasi muda pesisir untuk melanjutkan pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi perkembangan fasilitas sekolah, seperti ketersediaan laptop, listrik tenaga surya, dan akses internet.
Sekolah Rawa Hutan Menjadi Sekolah Negeri Terapung
Program ini mulai berjalan sejak 2022 dengan nama Sekolah Rawa Hutan sebelum bertransformasi menjadi Sekolah Negeri Terapung pada 2024.
Saat ini, program memasuki fase pengembangan kedua dengan berbagai kegiatan, seperti penguatan profil pelajar Pancasila, edukasi bahaya narkoba, hingga program beasiswa dan magang bagi generasi pesisir.
Kepala SMPN 6 Anggana, Tandarman, menyebut program tersebut sangat membantu pengembangan sekolah.
“Kami sangat terbantu karena tidak bisa hanya mengandalkan anggaran desa,” ujarnya.
Ia menambahkan, sekolah meraih predikat Sekolah Adiwiyata tingkat kabupaten pada 2022 berkat dukungan program tersebut.
Salah satu guru, Nurul Fitriana, juga meraih beasiswa Fulbright dari Pemerintah Amerika Serikat pada 2025.
Prestasi siswa turut menonjol. Ainun Nisa berhasil membawa karyanya tampil di Abu Dhabi setelah memenangkan lomba menggambar tingkat internasional.
Program ini agar terus mendorong peningkatan kualitas pendidikan wilayah pesisir serta membuka peluang lebih luas bagi generasi muda.
“Kami meyakini pendidikan sebagai fondasi utama untuk membangun masyarakat yang mandiri dan masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.


