EKONOMI
Beranda / EKONOMI / Balikpapan Deflasi 0,05 Persen, Harga Cabai Turun

Balikpapan Deflasi 0,05 Persen, Harga Cabai Turun

Inflasi Balikpapan April 2026 melandai. IHK deflasi 0,05 persen. BI sebut pasokan terjaga dan inflasi tetap dalam target nasional. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Perkembangan harga di Kota Balikpapan pada April 2026 menunjukkan tren melandai. Indeks Harga Konsumen (IHK) bahkan mencatat deflasi sebesar 0,05 persen secara bulanan (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyebut kondisi ini karena normalnya permintaan masyarakat setelah Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, serta terjaganya pasokan pangan.

“Perubahan harga semakin terbatas dan melandai. Hal ini berkat normalnya permintaan pascaidulfitri, ketersediaan pasokan, serta konsistensi pengendalian inflasi melalui sinergi TPID,” kata Robi, Rabu (6/5/2026).

Ia menambahkan, koordinasi antarinstansi dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Balikpapan turut memperkuat stabilitas harga.

Secara tahunan, inflasi Balikpapan tercatat 2,19 persen (yoy). Angka ini lebih rendah daripada inflasi nasional sebesar 2,42 persen (yoy) dan gabungan empat kota Kalimantan Timur sebesar 2,50 persen (yoy).

6 Program CSR PHI Raih Penghargaan Internasional 2026

Robi menegaskan, capaian tersebut masih berada dalam rentang sasaran inflasi nasional 2026 sebesar 2,5 persen ±1 persen.

“Ke depan, kami meyakini inflasi Balikpapan PPU tetap terkendali dalam sasaran nasional,” katanya.

Dari sisi komoditas, deflasi Balikpapan terutama karena sumbangan kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil minus 0,10 persen. Penurunan harga akibat meningkatnya pasokan daging ayam ras, ikan layang, dan cabai rawit.

Selain itu, penurunan harga emas perhiasan mengikuti tren global. Normalisasi konsumsi LPG setelah Ramadan juga ikut menekan harga bahan bakar rumah tangga.

Namun demikian, kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,13 persen. Hal ini sejalan dengan penyesuaian tarif penerbangan akibat kenaikan harga avtur. (bro2)

KUR Perumahan Pacu Akses Pembiayaan, Terserap Rp14 Triliun