BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Program Balikpapan Terang merupakan program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan. Warga mulai merasakan pedestrian maupun jalan-jalan utama yang semakin terang pada malam hari.
Untuk mempercepat Balikpapan Terang, Pemkot Balikpapan bahkan rela memangkas sebagian anggaran sejumlah kegiatan. Upaya tersebut demi mendukung pembangunan dan perbaikan Penerangan Jalan Umum (PJU).
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, mengatakan kebutuhan penerangan jalan seluruh wilayah memerlukan anggaran besar.
“Karena itu, pemerintah melakukan penyesuaian pada sejumlah program agar pembangunan PJU tetap berjalan sesuai target,” kata Rahmad Mas’ud, Minggu (21/6/2026).
Menurutnya, kebijakan tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjawab kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas penerangan yang memadai.
“Bahkan ada beberapa kegiatan yang harus kami kurangi demi mendukung program ini. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk mewujudkan Balikpapan Terang,” ujarnya,.
Rahmad menilai kondisi penerangan jalan saat ini jauh lebih baik ketimbang beberapa tahun lalu. Sejumlah ruas jalan yang sebelumnya minim lampu kini telah memiliki fasilitas penerangan yang memadai.
Perbaikan itu terlihat pada sejumlah kawasan, seperti Jalan MT Haryono, Jalan Ahmad Yani, Jalan Mukmin Faisal, hingga kawasan Kilometer 13 Karang Joang.
“Perkembangan itu merupakan hasil konsistensi pemerintah dalam membangun infrastruktur penerangan secara berkelanjutan,” imbuhnya.
Koordinasi dengan Pemprov Kaltim
Meski begitu, masih terdapat beberapa titik yang membutuhkan perhatian. Salah satunya lampu jalan yang tidak berfungsi pada kawasan Kilometer 13 dekat SPBU. Namun, ruas jalan tersebut berada dalam kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).
Rahmad menjelaskan sebagian besar fasilitas lampu pada lokasi itu sebenarnya telah tersedia. “Hanya saja, beberapa unit mengalami kerusakan sehingga belum dapat beroperasi secara optimal,” ungkapnya.
Untuk itu, Pemkot Balikpapan akan berkoordinasi dengan Pemprov Kaltim. “Agar lampu yang mengalami kerusakan dapat segera diperbaiki,” lanjutnya.
Sementara itu, keluhan masyarakat terkait minimnya penerangan pada jalur menuju Kilometer 24 juga menjadi perhatian pemerintah. Rahmad memastikan pemasangan lampu jalan telah berlangsung secara bertahap untuk kawasan tersebut.
“Hingga saat ini, sekitar 330 titik lampu telah terpasang sepanjang ruas Kilometer 13 hingga Kilometer 23. Jumlah itu menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan penerangan ke wilayah pinggiran kota,” tandasnya. (bro2)

