INTERNASIONAL
Beranda / TOPIK / INTERNASIONAL / File Epstein Rampung, Kontroversi Trump Belum Usai

File Epstein Rampung, Kontroversi Trump Belum Usai

Rilis file Epstein dinyatakan rampung. Presiden Donald Trump minta publik beralih isu, namun DPR AS dan Demokrat masih menekan transparansi penuh. (Getty Images/Andrew Harnik)

BERANDAPOST.COM, WASHINGTON – Selama dua bulan terakhir, Departemen Kehakiman Amerika Serikat merilis jutaan dokumen terkait penyelidikan perdagangan seks Jeffrey Epstein. Pemerintah menyebut proses tersebut telah tuntas. Presiden Donald Trump mendorong publik untuk melangkah maju. Namun, kontroversi belum sepenuhnya reda.

Melansir BBC, Kamis (5/2/2206), Wakil Jaksa Agung AS Todd Blanche menyampaikan peninjauan file Epstein telah berakhir sesuai mandat undang-undang Kongres pada November lalu. Hasil evaluasi menyimpulkan tidak ada dasar kuat untuk penuntutan baru.

“Ada banyak korespondensi, email, dan foto. Namun, semua itu tidak cukup untuk menuntut siapa pun,” ujar Blanche, Minggu.

DPR AS Tetap Dorong Penyelidikan

Meski peninjauan eksekutif rampung, DPR AS tetap melanjutkan penyelidikan independen. Mantan Presiden Bill Clinton dan mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dijadwalkan memberi kesaksian Februari mendatang. Partai Republik mengancam sanksi penghinaan Kongres jika keduanya mangkir.

Sejumlah anggota Kongres dan para penyintas Epstein menilai masih ada dokumen penting yang belum terungkap. Mereka terus menekan pemerintah agar membuka seluruh data secara transparan.

Israel Umumkan Serangan Besar-Besaran ke Iran

Tekanan politik itu menjadi ujian tersendiri bagi Trump. Presiden menilai isu Epstein tidak lagi relevan dan meminta publik fokus pada persoalan lain. Untuk sementara, posisinya relatif aman dari dampak politik besar.

“Sudah waktunya negara ini memikirkan hal berbeda. Tidak ada temuan tentang saya,” kata Trump, Selasa.

Namun, nama Trump tercatat muncul lebih dari 6.000 kali dalam dokumen. Epstein dan lingkarannya kerap menyebutnya. Keduanya menjalin hubungan pertemanan sejak 1990-an hingga awal 2000-an.

Tokoh Elite Lain Hadapi Dampak

Kondisi berbeda dialami sejumlah tokoh elite. Hubungan mereka dengan Epstein tergambar lebih rinci. Andrew Mountbatten-Windsor, Lord Peter Mandelson, serta mantan Menteri Keuangan AS Larry Summers menghadapi dampak profesional dan personal. Bill Gates dan Elon Musk juga harus memberi penjelasan atas korespondensi yang muncul.

Departemen Kehakiman turut merilis daftar laporan FBI yang belum terverifikasi. Beberapa laporan berasal dari masa kampanye Trump 2016. Dokumen tersebut sempat hilang dari situs resmi, lalu memicu kecurigaan publik.

Nasib Netanyahu Misterius, Israel Bungkam, Erdogan Murka

“Klaim dalam dokumen itu tidak berdasar dan bersifat sensasional,” tegas pejabat Departemen Kehakiman.

Tidak ditemukan bukti komunikasi langsung antara Trump dan Epstein. Informasi baru juga tidak membantah klaim berakhirnya hubungan mereka sekitar 2004.

Demokrat dan Penyintas Terus Menekan

Partai Demokrat mempertanyakan kelengkapan rilis dokumen. Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer menuntut keterbukaan penuh. Salah satu penyintas, Lisa Phillips, mengaku kecewa terhadap langkah pemerintah.

“Banyak dokumen belum terbuka. Jadwal rilis terlewati. Nama penyintas justru terekspos,” ujarnya.

Perhatian publik mulai terpecah ke isu lain. Namun, kisah Epstein belum selesai. Demokrat menuntut dokumen tanpa sensor. Kesaksian Clinton berpotensi memicu gejolak politik baru. Panggilan terhadap Trump juga berpeluang muncul jika peta politik bergeser. (bro2)

Konflik AS-Iran Guncang Pasar, Harga Minyak Dunia Melonjak