BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Transformasi digital mulai merambah ruang kelas. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan menetapkan tujuh sekolah sebagai proyek percontohan sistem CCTV terintegrasi dengan absensi digital dan akses pantau orangtua secara real time.
Program ini mencakup empat SD dan tiga SMP. Pemerintah kota ingin memperkuat transparansi sekaligus pengawasan lingkungan sekolah berbasis teknologi.
Kepala Disdikbud Balikpapan, Irfan Taufik, menyebut implementasi sudah berjalan sejak Januari 2026 dan kini memasuki tahap uji coba.
“Ini masih pilot project. Kami ingin memastikan sistem berjalan efektif sebelum menerapkannya secara menyeluruh,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Sistem tidak sekadar memasang kamera. Tim teknis mengintegrasikan CCTV dengan absensi digital dan platform daring. Orang tua dapat masuk menggunakan Nomor Induk Siswa Nasional serta kata sandi pribadi.
Setiap siswa melakukan presensi, sistem langsung mengirim notifikasi ke perangkat orang tua. Mekanisme ini membantu keluarga memastikan kehadiran anak selama proses belajar.
“Begitu anak melakukan absensi, pemberitahuan langsung masuk. Orang tua bisa memastikan anaknya benar-benar hadir dan mengikuti pembelajaran,” jelas Irfan.
Kamera terpasang pada titik strategis, baik dalam maupun luar kelas. Namun akses pantau orangtua mendapat pembatasan agar privasi dan keamanan data tetap terjaga.
Disdikbud juga menyiapkan fitur kecerdasan buatan berupa pengenalan wajah untuk meningkatkan akurasi presensi. Teknologi ini akan memperkuat sistem pengawasan sekaligus mencegah manipulasi kehadiran.
Tahun 2026 menjadi fase pengujian dampak terhadap disiplin siswa. Jika hasil evaluasi menunjukkan tren positif dan dukungan anggaran tersedia, perluasan program akan berlanjut pada 2027.
Melalui langkah ini, Pemkot Balikpapan ingin membangun ekosistem pendidikan yang kolaboratif. Sekolah dan orang tua dapat terhubung lebih erat, sementara pengelolaan pendidikan berjalan lebih akuntabel dan adaptif terhadap era digital. (bro2)


