KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / KEK Maloy Kutai Timur Masuk Babak Baru, Investor Mulai Antre

KEK Maloy Kutai Timur Masuk Babak Baru, Investor Mulai Antre

Gubernur Kaltim, Rudy Mas'ud saat meninjau KEK Maloy, Kabupaten Kutai Timur pada Rabu (25/2/2026) lalu. (Istimewa)

BERANDAPOST.COM, SANGATTA – Kawasan Ekonomi Khusus atau KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) memasuki fase baru pengembangan. Sejumlah calon investor sektor industri kimia, energi terbarukan, hingga logistik menyatakan kesiapan menanamkan modal untuk kawasan yang berlokasi Kabupaten Kutai Timur.

KEK Maloy ini berstatus KEK ke-8 nasional berdasarkan PP Nomor 85 Tahun 2014. Bahkan Presiden Joko Widodo telah meresmikannya pada 1 April 2019.

Namun perjalanan awal tidak selalu mulus. Hingga 2021, realisasi investasi berjalan lambat. Pemerintah pusat kemudian melakukan evaluasi terhadap KEK Maloy pada 5 Mei 2021 untuk mempercepat pengembangan.

Direktur KEK MBTK, Ade Himawan, menjelaskan manajemen terus memperkuat daya saing kawasan. Salah satu langkah konkret berupa kerja sama antara PT Maloy Batuta Trans Kalimantan dan PT Palma Serasih Internasional pada 21 Juli 2022.

Melalui kerja sama tersebut, investor membangun dua tangki timbun berkapasitas 5.000 metrik ton. Ada juga fasilitas penumpukan cangkang, serta menyiapkan empat tangki tambahan. Tahap berikutnya mencakup pembangunan refinery minyak goreng.

Wamendagri Tegur Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud soal Mobil Dinas Rp8,5 Miliar

Ade menegaskan KEK MBTK harus menjadi katalis transformasi ekonomi Kaltim melalui industri hilir berbasis sumber daya terbarukan. Arah ini sejalan dengan konsep Pembangunan Hijau Kalimantan Timur.

ENAM INVESTOR MINATI KEK MALOY

Saat ini, enam calon investor menyatakan minat, yakni PT Aracord Nusantara (amoniak), PT Palm Tree Energy Conversion (pelet kayu), Hongshi Holding Group (polisilikon), Limes Renewable Energy (PLTS), PT Trinusa Jaya Prima (pengelolaan pelabuhan), serta PT Prima Nusantara Indosentosa (gudang logistik).

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menegaskan KEK MBTK bukan sekadar kawasan industri, melainkan Proyek Strategis Nasional (PSN). Ia sampaikan hal tersebut saat melakukan kunjungan ke Sangatta, Kutai Timur, Rabu (25/2/2026).

“KEK MBTK harapannya menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah, penggerak hilirisasi sumber daya alam, sekaligus pintu gerbang logistik internasional yang mampu meningkatkan daya saing dan menarik investasi. Oleh karena itu, harus memperkuat kesiapan infrastruktur dan sinergi seluruh pemangku kepentingan agar KEK MBTK benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari PT Kaltim Melati Bhakti Satya (Perseroda). Direktur Utamanya, Aji Mohammad Abidharta Wardhana Hakim, memastikan kesiapan BUMD mendukung percepatan kawasan, termasuk optimalisasi SPAM untuk suplai air bersih industri dan masyarakat Kutai Timur.

Ini Besaran Zakat Fitrah di 10 Kabupaten/Kota se-Kaltim

Berlokasi pada jalur strategis ALKI II, KEK MBTK akan menjadi pusat pertumbuhan baru pesisir Kaltim. Kawasan yang masuk dalam Kabupaten Kutai Timur ini untuk memperkuat hilirisasi komoditas unggulan sekaligus mempercepat transformasi ekonomi daerah secara berkelanjutan. (bro2)