KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Polda Kaltim Tanam Jagung Kuartal 1 2026, Kenalkan Zero Waste System

Polda Kaltim Tanam Jagung Kuartal 1 2026, Kenalkan Zero Waste System

Polda Kaltim tanam jagung 44,7 hektare pada kuartal I 2026. Program memanfaatkan lahan masyarakat hingga eks tambang untuk ketahanan pangan. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro mengikuti kegiatan penanaman jagung serentak kuartal pertama 2026 bersama seluruh Polda se-Indonesia. Lokasi nasional terpusat di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatra Selatan.

Sedangkan untuk wilayah Kalimantan Timur, kegiatan terpusat pada lahan belakang Polsek Balikpapan Timur. Adapun luas areal tanam mencapai 44,7 hektare yang tersebar pada berbagai wilayah Polres jajaran.

Ia menjelaskan dari total 44,7 hektare lahan tanam tersebut terdiri atas berbagai sumber lahan. Lahan milik Polri seluas 2,3 hektare, kelompok tani binaan Polri 15 hektare, lahan masyarakat atau swasta 8 hektare, lahan tumpang sari 15 hektare, serta lahan eks tambang 5,4 hektare.

Endar menyebut sepanjang 2025 Polda Kaltim telah mengembangkan penanaman jagung dengan luas mencapai 2.785 hektare. Dari luas tersebut total produksi mencapai 4.176 ton.

“Hasil panen tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024, bahkan mencapai kenaikan sekitar 248 persen,” katanya, Sabtu (7/3/2026).

Kemenhaj Kaltim Imbau Tunda Umrah, Timur Tengah Belum Aman

Selain produksi, hasil panen jagung juga terserap oleh Perum Bulog. Sepanjang 2025 penyerapan mencapai 221 ton. Sementara pada periode Januari hingga Maret 2026, Bulog telah menyerap sekitar 32 ton jagung dari program tersebut.

Untuk meningkatkan produksi, Polda Kaltim juga melakukan berbagai inovasi dan kerja sama dengan berbagai pihak. Salah satunya dengan perusahaan pertambangan untuk memanfaatkan lahan eks tambang sebagai lahan pertanian jagung.

Saat ini total luas lahan eks tambang yang menjadi lokasi tanam jagung mencapai 255,2 hektare, terutama berada dalam wilayah Kutai Kartanegara dan Berau.

Selain itu, Polda Kaltim juga bekerja sama dengan gabungan pengusaha kelapa sawit. Para pengusaha tersebut berkomitmen menyediakan lahan sekitar 534,4 hektare untuk penanaman jagung.

TERAPKAN KERJA SAMA PENTAHELIX

Endar menjelaskan pihaknya menerapkan model kerja sama pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, serta media. Melalui konsep tersebut, Polda Kaltim juga menerapkan metode zero waste system.

Pemprov Kaltim Berbagi Takjil Gratis Setiap Hari

“Sistem ini tidak memerlukan lahan sangat luas karena mengintegrasikan pertanian, peternakan, pengolahan kompos, dan kegiatan lain sehingga hasilnya lebih ekonomis,” jelasnya.

Endar berharap konsep industrial farming dapat menjadi pemicu bagi pemerintah daerah, masyarakat, maupun pelaku usaha untuk mengembangkan sistem pertanian serupa untuk wilayah masing-masing.

“Dengan kondisi tanah yang semakin baik dan sistem tanam yang lebih matang, kami berharap hasil panen juga semakin meningkat,” pungkasnya. (bro2)