BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Upaya mendokumentasikan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) secara mandiri oleh seorang warga Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat pengakuan tingkat nasional. Dokumentator independen asal Kaltim, Dian Rana, menerima penghargaan dari Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Ia berkontribusi dalam penyelamatan arsip pembangunan IKN yang memiliki nilai sejarah bagi bangsa.
Kepala ANRI, Mego Pinandito menyerahkan langsung penghargaan tersebut pada 19 Mei 2026, dalam rangkaian peringatan Hari Kearsipan ke-55.
Dalam keterangan resmi ANRI, Dian Rana tercatat menyerahkan 27 nomor arsip hasil dokumentasi pembangunan IKN. Ia merekamnya sepanjang 2021 hingga 2022 dalam format digital. Arsip tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian rekam jejak pembangunan Nusantara yang terus berlangsung.
Kepala ANRI, Mego Pinandito, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam penyelamatan arsip nasional.
“Hal ini membuat kami optimistis bahwa kearsipan akan semakin tertib, semakin baik, dan semakin maju karena kesadaran seluruh pejabat dan pegawainya semakin meningkat,” ujarnya dalam keterangan resmi.
ANRI mengakui langkah Dian Rana menjadi catatan tersendiri dalam dominasi dokumentasi dari lembaga pemerintah maupun institusi resmi. Selama beberapa tahun terakhir, ia secara konsisten merekam perkembangan pembangunan IKN melalui video lapangan. Kemudian mempublikasikan dokumentasi tersebut ke dalam ruang digital. Aktivitas yang awalnya ia lakukan secara mandiri itu kini mendapat pengakuan sebagai arsip bernilai sejarah.
Dari Keterbatasan, Jadi Penghargaan
Dian mengaku tidak pernah membayangkan dokumentasi yang ia buat dengan berbagai keterbatasan, justru memperoleh apresiasi dari lembaga negara. Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga menunjukkan bahwa kontribusi masyarakat dalam mendokumentasikan peristiwa penting bangsa dapat memberi manfaat besar bagi generasi mendatang.
Ia juga berharap semakin banyak masyarakat terlibat dalam upaya penyelamatan arsip. Terutama yang berkaitan dengan peristiwa bersejarah.
“Semoga semakin banyak warga yang ikut menjadi bagian dari penyelamatan arsip untuk generasi mendatang,” harapnya.
Selain aktif mendokumentasikan pembangunan IKN melalui video, Dian juga menerbitkan buku berjudul “Di Balik Layar Nusantara: Langkah Kecil di Tengah Sejarah Besar”. Buku tersebut memuat perjalanan hidupnya hingga keterlibatannya dalam dinamika pembangunan IKN dari sudut pandang dokumentator independen.
Karya itu bahkan dibedah dalam kegiatan akademik gelaran Universitas Djuanda pada 20 Mei 2026.
Tak ingin berhenti, Dian Rana bahkan kini menyiapkan sekitar 1.200 video dokumentasi pembangunan IKN untuk ia ajukan secara bertahap kepada ANRI agar menjadi arsip bernilai sejarah.
“Setelah menerbitkan buku, saya berencana mengubah cara saya berkonten dalam ruang publik. Sekitar 1.200 video yang selama ini saya dokumentasikan akan saya ajukan secara bertahap kepada ANRI untuk mendapatkan penilaian kembali,” pungkasnya. (bro2)


