EKONOMI
Beranda / EKONOMI / Strategi 4K BI Kaltim Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Lebaran

Strategi 4K BI Kaltim Perkuat Pengendalian Inflasi Jelang Lebaran

Aktivitas pasar tradisional meningkat saat menjelang Idulfitri. Bank Indonesia bersama pemerintah daerah memperkuat TPID dan TP2DD untuk menjaga stabilitas harga. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, stabilitas harga dan ketahanan ekonomi daerah menjadi perhatian utama pemerintah dan otoritas moneter. Bank Indonesia Kaltim bersama pemerintah daerah memperkuat koordinasi pengendalian inflasi serta percepatan digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Kepala Perwakilan BI Kaltim, Jajang Hermawan, mengatakan pengendalian inflasi menjelang Lebaran fokus pada komoditas yang secara historis kerap mengalami lonjakan harga.

“BI Kaltim terus mendorong implementasi strategi 4K sebagai pilar utama stabilitas harga, yakni ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif,” ujarnya, Minggu (8/3/2026).

Selain strategi tersebut, BI Kaltim juga mengoptimalkan aplikasi Mandau atau Mekanisme Pengendalian Komoditas Utama Kaltim. Aplikasi ini mendukung pengambilan kebijakan berbasis data dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Sistem tersebut memungkinkan pemantauan komoditas strategis secara lebih cepat dan responsif melalui integrasi data lintas instansi.

Pertamina Patra Niaga Rayakan HUT ke-29 dengan Berbagi Santunan

Digitalisasi Transaksi Daerah

Pada sisi digitalisasi, penguatan TP2DD fokus terhadap percepatan transformasi digital dalam pengelolaan keuangan daerah. Langkah tersebut meliputi perluasan penggunaan sistem pembayaran digital seperti Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan Kartu Kredit Indonesia (KKI).

Selain itu, pemerintah juga memperkuat sistem informasi pengelolaan keuangan daerah serta meningkatkan kualitas layanan digital pemerintah.

“Perkembangan digitalisasi menunjukkan tren positif,” ucapnya.

Hal ini terlihat dari meningkatnya transaksi non-tunai oleh masyarakat serta semakin luasnya implementasi elektronifikasi transaksi pemerintah daerah (ETPD).

Upaya tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, serta kualitas tata kelola keuangan daerah dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan.

BI Kaltim Luncurkan Digital Kaltimpreneurs, Terpilih 50 UMKM

“Kami meyakini berbagai tantangan ekonomi ke depan dapat terkelola dengan baik melalui sinergi kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Jajang.

Oleh karena itu, lanjutnya, seluruh pemerintah daerah berkomitmen memperkuat sinergi pengendalian inflasi melalui strategi 4K. “Termasuk juga berbagai program stabilisasi harga menjelang Idulfitri,” pungkasnya. (bro2)