BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Warga pesisir Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Balikpapan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir rob dalam beberapa hari ke depan. Fenomena pasang air laut akan muncul seiring fase bulan baru atau memasuki Lebaran alias Idulfitri. Pasalnya, fase bulan baru tersebut dapat meningkatkan ketinggian muka laut atau pasang.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan potensi banjir rob pada wilayah pesisir Kaltim. Kondisi itu terjadi pada 19 hingga 22 Maret 2026.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I SAMS Sepinggan BMKG Balikpapan, Djoko Sumardiono, menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan fase bulan baru yang memicu pasang air laut lebih tinggi.
“Ada fenomena bulan baru pada 19 hingga 22 Maret 2026 yang akan memicu terjadinya pasang air laut,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).
Berdasarkan pemantauan BMKG, ketinggian pasang air laut pada wilayah pesisir Kabupaten Berau bisa mencapai sekitar 2,8 meter. Sementara pada wilayah Balikpapan, tinggi muka air laut dapat mencapai sekitar 2,4 meter.
“Peningkatan tersebut terjadi karena posisi bulan berada cukup dekat dengan bumi saat fase bulan baru,” jelasnya.
BMKG juga mengingatkan potensi banjir rob akan semakin besar apabila pasang air laut terjadi bersamaan dengan hujan lebat.
“Mudah-mudahan pada rentang waktu itu tidak terjadi hujan lebat. Jika pasang air laut bersamaan dengan hujan lebat, maka bisa memicu banjir rob,” katanya.
Warga Pesisir Waspada
BMKG mengimbau masyarakat yang tinggal pada wilayah pesisir agar menghindari aktivitas dekat pantai ketika pasang tinggi terjadi. Warga agar sementara berpindah ke area daratan yang lebih tinggi apabila kondisi gelombang meningkat.
“Sebaiknya masyarakat pesisir menghindari pantai jika terjadi pasang tinggi. gelombang tinggi juga berpotensi merusak bangunan yang berada dekat garis pantai,” ujarnya.
Untuk itu, BMKG akan terus memantau perkembangan cuaca menjelang 19 Maret untuk memastikan apakah terdapat potensi hujan yang dapat memperparah kondisi tersebut.
Puncak Musim Hujan dan El Nino
Selain itu, BMKG mencatat curah hujan pada wilayah Kalimantan Timur selama Maret masih tergolong tinggi karena berada pada puncak musim hujan. Wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan tinggi antara lain Kota Balikpapan, Samarinda, dan Kabupaten Berau.
Pada dasarian ketiga Maret, hujan diperkirakan berada pada kategori sedang hingga lebat dan sering muncul pada siang hingga sore hari, terkadang disertai kilat maupun petir.
BMKG memperkirakan musim kemarau pada Kalimantan Timur mulai berlangsung pada periode Mei hingga Juli dengan puncak kemarau sekitar Agustus.
Djoko juga menambahkan kondisi fenomena El Niño saat ini berada pada fase normal.
“Normal artinya kemarau tetap memiliki potensi hujan, hanya intensitasnya tidak sebanyak pada musim penghujan,” pungkasnya. (bro2)



