ZAKAT merupakan kewajiban bagi umat Islam yang memiliki kemampuan. Ibadah ini termasuk rukun Islam ketiga yang memiliki fungsi penting dalam membersihkan harta sekaligus membantu masyarakat yang membutuhkan.
Secara umum, zakat terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Keduanya memiliki ketentuan, waktu pembayaran, serta tujuan yang berbeda.
Pengertian Zakat Fitrah
Zakat fitrah adalah zakat yang wajib umat Muslim tunaikan pada bulan Ramadan hingga sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Zakat ini berlaku bagi laki-laki dan perempuan, anak-anak hingga orang dewasa, selama memiliki kelebihan makanan pokok.
Tujuan utama zakat fitrah adalah menyucikan diri setelah menjalankan ibadah puasa serta membantu fakir miskin agar dapat merasakan kebahagiaan pada Hari Raya Idulfitri.
Secara syariat, pembayaran zakat fitrah dalam bentuk makanan pokok seperti beras. Takaran yang umum adalah satu sha’ atau sekitar 2,5–3 kilogram beras.
Besaran Zakat Fitrah di Kota Balikpapan
Kementerian Agama Kota Balikpapan menetapkan zakat fitrah Ramadan 1447 Hijriah sebesar 3 kilogram beras per jiwa. Jika menunaikannya dalam bentuk uang, nilainya harus sesuai dengan harga beras yang dikonsumsi masyarakat.
Untuk tahun 2026, besaran zakat fitrah Kota Balikpapan terbagi dalam tiga kategori, yaitu:
- Rp54.000 per jiwa (kategori tertinggi)
- Rp48.000 per jiwa (kategori sedang)
- Rp42.000 per jiwa (kategori terendah)
Pembayaran zakat fitrah menyesuaikan dengan jenis beras konsumsi sehari-hari. Jika seseorang biasa mengonsumsi beras premium, maka zakatnya sesuai harga beras tersebut.
Pengertian Zakat Mal
Selain zakat fitrah, umat Islam juga memiliki kewajiban zakat mal atau zakat harta. Pengenaan zakat ini atas harta tertentu yang telah mencapai nisab (batas minimal) dan telah memiliki harta tersebut selama satu tahun (haul).
Zakat mal dapat berasal dari berbagai jenis harta, antara lain:
- tabungan atau simpanan uang
- emas dan perak
- hasil perdagangan
- hasil pertanian
- pendapatan atau profesi
Besaran zakat mal umumnya sebesar 2,5 persen dari total harta yang telah mencapai nisab.
Fungsi dan Manfaat Zakat
Zakat memiliki berbagai fungsi penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi umat:
- Zakat berfungsi sebagai pembersih harta dan jiwa. Melalui zakat, seorang Muslim menunjukkan rasa syukur atas rezeki yang diperoleh.
- Zakat membantu mengurangi kesenjangan sosial. Penyaluran dana zakat kepada mustahik atau golongan penerima zakat, seperti fakir, miskin, dan orang yang membutuhkan.
- Zakat memperkuat solidaritas sosial. Dengan berbagi kepada sesama, masyarakat dapat membangun kepedulian dan kebersamaan.
- Zakat juga berperan dalam mendukung pemberdayaan ekonomi umat. Banyak lembaga zakat yang menyalurkan dana dalam bentuk program pendidikan, kesehatan, hingga bantuan usaha.
Pentingnya Menunaikan Zakat
Para ulama dan lembaga pengelola zakat mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat melalui panitia masjid atau lembaga resmi. Langkah ini bertujuan agar distribusi zakat dapat tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima.
Selain itu, pembayaran zakat fitrah sebaiknya sebelum pelaksanaan salat Idulfitri agar penerima zakat dapat segera merasakan manfaatnya.
Dengan menunaikan zakat, umat Islam tidak hanya menjalankan kewajiban agama, tetapi juga ikut berkontribusi dalam memperkuat kesejahteraan sosial. (bro2)



