KUKAR
Beranda / DAERAH / KUKAR / Pemkab Kukar Ingin ASN Naik Kelas Lewat Manajemen Talenta

Pemkab Kukar Ingin ASN Naik Kelas Lewat Manajemen Talenta

Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri. (Prokopim)

BERANDAPOST.COM, TENGGARONG – Reformasi birokrasi di Kutai Kartanegara (Kukar) terus bergerak. Bukan lagi sekadar wacana, tetapi mulai menyentuh cara kerja dan pola pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN).

Melalui BKPSDM, Pemkab Kukar menggelar sosialisasi penerapan manajemen talenta. Kegiatan berlangsung secara virtual, namun membawa arah perubahan yang nyata.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, membuka langsung kegiatan tersebut. Ia menegaskan, manajemen talenta menjadi fondasi membangun birokrasi yang profesional dan adaptif.

Konsep “right person, right place, right time” menjadi kunci. Setiap ASN harus berada pada posisi yang tepat sesuai kompetensinya.

“Ini langkah strategis agar birokrasi kita lebih berbasis kinerja,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).

Pemkab Kukar-Bulog Sepakat Bangun Rantai Pangan Terintegrasi

Langkah tersebut semakin kuat dengan terbitnya rekomendasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). Dokumen itu menjadi pijakan dalam pembenahan sistem kepegawaian Pemkab Kukar.

Namun dari balik semangat perubahan, tantangan masih terlihat jelas. Kebutuhan ASN pada sejumlah posisi strategis belum terpenuhi.

Data per Maret 2026 menunjukkan kekurangan pada jabatan pimpinan tinggi, administrator, hingga pengawas. Sementara itu, jumlah ASN dan PPPK yang tersedia masih jauh dari total kebutuhan.

Di sisi lain, kualitas juga menjadi pekerjaan rumah. Mayoritas ASN masih berada pada kategori penilaian menengah, yang menandakan perlunya peningkatan kompetensi dan kinerja.

Aulia menegaskan, perubahan tidak bisa hanya datang dari sistem. Setiap ASN harus aktif mengembangkan potensinya.

Tak Hanya WFH, Bupati Kukar Wajibkan ASN Hemat Energi

“Ini bukan tugas orang lain. ASN harus rutin meningkatkan kompetensi dan melaporkan kinerja,” tegasnya.

Ia juga menyoroti satu hal penting: banyak ASN bekerja baik, tetapi tidak tercatat dalam sistem. Akibatnya, potensi mereka tidak terbaca dalam manajemen talenta.

Ke depan, pemerintah daerah akan menjadikan manajemen talenta sebagai dasar utama dalam penempatan jabatan.

“Artinya, promosi tidak lagi sekadar soal senioritas, tetapi hasil dari kinerja dan kompetensi yang terukur,” pungkasnya. (bro2)

Pemkab Kukar Terbitkan Edaran WFH ASN Setiap Jumat