BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Dari tambak-tambak di Kalimantan Timur, komoditas perikanan melaju hingga pasar global. Awal 2026 menjadi momentum kuat bagi sektor ini.
Udang windu beku dan udang pink beku tampil sebagai komoditas unggulan. Keduanya menjadi penyumbang utama ekspor perikanan Kaltim sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Data Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) mencatat, volume ekspor mencapai 670,3 ton. Nilainya menembus lebih dari Rp122,7 miliar.
Kepala Bidang Perikanan Budidaya DKP Kaltim, Irma Listiawati, menyebut dominasi udang terlihat konsisten setiap bulan.
“Udang windu bahkan menyumbang lebih dari separuh total ekspor,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026)
Puncak aktivitas terjadi pada Februari. Meski jenis komoditas tidak banyak, volume pengiriman mencapai 238,05 ton. Nilai transaksi pada bulan itu menyentuh Rp47,3 miliar.
“Permintaan yang tinggi dari pasar internasional menjadi pemicu utama lonjakan,” ungkapnya.
Produk perikanan Kaltim kini menembus berbagai negara. Mulai kawasan Asia Timur, Asia Tenggara, hingga pasar barat seperti Amerika Serikat dan Inggris.
Selain udang, komoditas lain seperti ikan kerapu dan bawal juga rutin ekspor ke Tiongkok dan Hong Kong.
Kepala DKP Kaltim, Irhan Humaidy, menilai capaian ini menjadi modal penting bagi ketahanan pangan nasional. Ia juga menegaskan sektor perikanan Kaltim siap mendukung penyediaan protein hewani berkualitas.
“Ini bagian dari kontribusi daerah dalam memperkuat kemandirian pangan,” tegasnya.
Tren positif ini tidak hanya berdampak pada devisa. Dari angka ekspor tersebut, ada harapan bagi petambak dan nelayan lokal untuk meningkatkan kesejahteraan. (bro2)

