BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Musim kemarau mulai terasa. Debit air baku perlahan menyusut, memicu kewaspadaan penyedia layanan air bersih.
Perumda Tirta Kencana Samarinda memastikan kondisi masih aman. Namun tetap perlu mengantisipasi potensi gangguan sejak awal.
Asisten Manager Humas Perumda Tirta Kencana Samarinda, Haidir Fadli, menyebut pasokan air baku belum terdampak signifikan.
“Saat ini kami memiliki 18 instalasi pengolahan udara (IPA) dan sejauh ini belum terdampak secara signifikan,” katanya, Kamis (16/4/2026).
Meski begitu, ancaman bisa muncul dari wilayah hilir. Saat kemarau panjang, air laut berpotensi masuk ke Sungai Mahakam. Fenomena ini merupakan intrusi air laut. Jika kadar klorida melampaui batas, maka Perumda Tirta Kencana tidak bisa mengolahnya menjadi air baku.
“Kami berharap kondisi seperti tahun 1998 tidak berulang. Jika kadar klorida melebihi 250 ppm, maka air tidak dapat kami olah menjadi air bersih,” jelasnya.
Risiko paling besar berada pada ujung jaringan distribusi. Debit kecil membuat kualitas air lebih mudah terganggu.
Sebagai langkah antisipasi, pihaknya akan mengoptimalkan pengolahan air agar tetap sesuai standar kesehatan. Namun, jika kondisi memburuk, distribusi bisa menurun.
“Jika terjadi kendala, kemungkinan besar kami akan memberlakukan sistem distribusi bergilir,” tambahnya.
Perumda Tirta Kencana Samarinda juga mengimbau masyarakat ikut berperan. Penggunaan air perlu lebih bijak.
“Hindari penggunaan air secara berlebihan, seperti untuk menyiram jalan atau mencuci kendaraan,” imbaunya.
Selain itu, perusahaan umum daerah ini juga telah mempersiapkan armada tangki air untuk membantu wilayah terdampak. Layanan informasi tersedia melalui call center (0541) 208100 atau WhatsApp 0811-5535-36.
“Langkah ini untuk menjaga pasokan air tetap stabil, meski kemarau datang lebih panjang,” pungkas Haidir. (bro2)

