BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Aktivitas di Pelabuhan Semayang kini berada dalam pengawasan ketat. Langkah ini setelah terungkapnya kasus pengiriman kayu ilegal melalui jalur laut yang memicu perhatian aparat.
Komandan Lanal Balikpapan, Kolonel Laut (P) Topan Agung Yuwono, menegaskan penguatan pengamanan menjadi prioritas, terutama pada arus kendaraan logistik yang keluar-masuk kawasan pelabuhan.
“Pelabuhan Semayang maupun pelabuhan kecil menjadi perhatian kami,” kata Topan, Rabu (22/4/2026).
Ia menjelaskan, untuk pengawasan pelabuhan kecil menggunakan armada tertentu. Sementara pengetatan pengawasan Pelabuhan Semayang melibatkan berbagai stakeholder.
“Pengawasan kami perketat dengan melibatkan berbagai pihak,” ujarnya.
Pengawasan tidak hanya berfokus pada pelabuhan utama, tetapi juga titik-titik kecil yang kerap menjadi jalur alternatif distribusi. Upaya tersebut untuk menutup celah peredaran hasil hutan tanpa dokumen sah.
Untuk itu, TNI AL bekerja sama dengan kepolisian serta pihak terkait untuk memastikan pengamanan berjalan maksimal.
“Untuk Pelabuhan Semayang, kami akan bekerja sama termasuk dengan rekan-rekan Polri untuk memperketat pengawasan,” tegasnya.
Sebelumnya, tim gabungan menemukan indikasi pelanggaran. Satu unit truk beserta muatan 116 batang kayu ulin ilegal menjadi barang bukti.
“Untuk temuan kayu ulin itu, masih kami lakukan pendalaman,” jelas Topan.
Proses penyelidikan masih berjalan guna memastikan asal-usul kayu dan pihak yang terlibat. Aparat memastikan pelaku mendapat tindakan tegas jika terbukti melanggar hukum. (bro2)

