BERANDAPOST.COM, MAKKAH – Hamparan hotel menyambut kedatangan jemaah haji Indonesia. Bukan sekadar tempat singgah, tetapi bagian dari sistem layanan yang tertata rapi demi kenyamanan ibadah.
Kementerian Haji dan Umrah RI memetakan akomodasi jemaah di Makkah ke dalam lima wilayah strategis, yakni Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah. Seluruh kawasan itu terbagi lagi menjadi 10 sektor operasional.
Kepala Daerah Kerja Makkah, Ihsan Faisal, menjelaskan penempatan jemaah berbasis embarkasi dengan kapasitas hotel yang bervariasi. Total 177 hotel telah siap untuk musim haji 1447 H/2026 M.
“Kelima wilayah tadi terbagi menjadi 10 sektor, yang masing-masing menaungi jemaah berbasis embarkasi,” ujarnya.
Dari balik angka tersebut, tersusun sistem layanan yang terintegrasi. Sektor 1 menampung 32 hotel, menjadi kawasan dengan jumlah akomodasi terbanyak. Sektor 2 mencakup 22 hotel, berada dekat pusat kota kawasan Syisyah.
Kemudian untuk Sektor 3 dan 4 berada pada peralihan Syisyah dan Raudhah, masing-masing menampung 19 dan 23 hotel. Sedangkan sektor 5 lokasinya kembali Syisyah dengan 18 hotel.
Sementara itu, sektor 6 Jarwal memiliki 13 hotel. Sektor 7 hingga 9 tersebar pada kawasan Misfalah dengan total 49 hotel.
Adapun sektor 10 berada dalam kawasan Aziziyah, hanya satu hotel, namun berkapasitas besar hingga lebih dari 21.500 jemaah.
Ihsan menekankan bahwa setiap hotel memiliki kode khusus. Angka pertama menunjukkan sektor, sementara angka berikutnya menandai urutan hotel.
Sistem ini memudahkan identifikasi lokasi jemaah sekaligus mempercepat koordinasi layanan.
“Dengan sistem kode ini, petugas lebih mudah menyalurkan layanan katering dan kesehatan secara tepat,” jelasnya.
Penataan ini menjadi bagian penting dari manajemen haji modern. Setiap sektor tersebut agar jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih nyaman, aman, dan terarah. (bro2)

