BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Bantuan sosial bukan lagi sekadar penyangga kebutuhan hidup masyarakat rentan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kini mulai mengarahkan program tersebut menjadi jalan menuju kemandirian ekonomi bagi warga penerima manfaat.
Melalui berbagai program pemberdayaan, Pemprov Kaltim terus mendorong masyarakat penerima bantuan iuran agar perlahan mampu mandiri.
“Sehingga keluar dari ketergantungan bantuan sosial,” kata Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, Kamis (14/5/2026).
Program tersebut berjalan secara bertahap bersama pemerintah kabupaten dan kota, serta mendapat dukungan pemerintah pusat melalui berbagai skema pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ia juga mengatakan program pemberdayaan ekonomi bertujuan untuk meningkatkan penghasilan masyarakat penerima bantuan.
“Pendekatannya memang untuk meningkatkan pendapatan masyarakat melalui pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat penerima bantuan tidak hanya memperoleh dukungan berupa bantuan program, tetapi juga pendampingan dan pemantauan secara berkelanjutan.
Pendampingan tersebut untuk memastikan bantuan benar-benar berdampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Andi menjelaskan program pemberdayaan ekonomi menjadi langkah penting agar masyarakat memiliki tambahan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari secara mandiri.
Dengan penguatan ekonomi keluarga, pemerintah berharap penerima bantuan sosial dapat perlahan meningkatkan taraf hidup dan keluar dari kategori masyarakat rentan.
Selain itu, seluruh penerima bantuan beserta jenis program telah tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Melalui basis data tersebut, proses penyaluran, pengawasan, hingga evaluasi program dapat lebih terukur dan tepat sasaran. (bro2)

