NASIONAL
Beranda / TOPIK / NASIONAL / Kemenhaj Garap Ekosistem Haji Rp194 Triliun, Perluas Peran UMKM

Kemenhaj Garap Ekosistem Haji Rp194 Triliun, Perluas Peran UMKM

Kementerian Haji dan Umrah RI mengembangkan ekosistem ekonomi haji dan umrah senilai Rp194 triliun untuk memperluas peran UMKM dan produk nasional. (HO - Kemenhaj)

BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Besarnya potensi ekonomi haji dan umrah mulai mendapat perhatian serius pemerintah. Dengan nilai yang mencapai Rp194 triliun per tahun, sektor ini akan mampu menjadi penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Sekaligus membuka peluang lebih luas bagi pelaku usaha Indonesia.

Komitmen tersebut mengemuka dalam diskusi kelompok terpumpun yang membahas pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah, Selasa (23/6/2026). Forum tersebut mempertemukan berbagai kementerian, lembaga, dan mitra strategis. Bertujuan untuk menyusun langkah bersama memperkuat keterlibatan produk serta pelaku usaha nasional dalam rantai nilai haji dan umrah.

Berbagai strategi menjadi pembahasan dalam forum tersebut. Mulai dari penguatan sektor pangan, logistik, investasi, hingga pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Direktur Fasilitasi Kemitraan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah, Tri Hidayatno, mengatakan pengembangan ekosistem ekonomi haji merupakan strategi untuk memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

“Kami ingin memastikan semakin banyak produk, layanan, dan pelaku usaha juga menjadi bagian dari rantai nilai haji dan umrah. Sehingga manfaat ekonominya bisa lebih luas,” ujar Tri.

SMA Taruna Nusantara IKN Siap Beroperasi, Sambut 477 Siswa

Menurutnya, keberhasilan pengembangan ekosistem tersebut membutuhkan sinergi antara regulator, pengelola investasi, mitra internasional, dan pelaku usaha. Kolaborasi menjadi kunci agar berbagai peluang ekonomi yang lahir dari penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Pemerintah juga terus mendorong sejumlah program strategis, termasuk pengembangan Kampung Haji sebagai salah satu upaya memperkuat ekosistem ekonomi yang terintegrasi.

Manfaatkan Produk Pangan Nasional

Salah satu pembahasan utama adalah peluang pemanfaatan produk pangan nasional untuk memenuhi kebutuhan jemaah Indonesia. Komoditas seperti beras premium dan produk perikanan memiliki prospek besar untuk masuk ke dalam rantai pasok konsumsi jamaah.

Sedangkan Perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Yosi, menilai tingginya kebutuhan beras premium menjadi peluang besar bagi sektor pertanian Indonesia untuk memperluas pasar ekspor.

“Produk pangan Indonesia bahkan memiliki peluang menjadi bagian dari rantai pasok haji dan umrah secara berkelanjutan,” jelasnya.

Ahmad Sahroni Desak Pemberantasan Judi Bola Piala Dunia 2026

Selain sektor pangan, forum juga membahas pengembangan Pusat Logistik Berikat (PLB) guna memperkuat distribusi kebutuhan jamaah, baik Indonesia maupun Arab Saudi. Penguatan standar keamanan pangan, dukungan investasi, kemitraan UMKM, serta pengelolaan DAM haji turut menjadi bagian dari strategi.

Sebagai tindak lanjut, seluruh pemangku kepentingan sepakat memperkuat koordinasi lintas sektor, memperluas kerja sama dengan mitra Arab Saudi. Termasuk juga mempercepat penyusunan mekanisme dan peta jalan pengembangan ekosistem ekonomi haji dan umrah yang berkelanjutan. (bro2)