KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Hujan Menengah Guyur Sebagian Wilayah Kaltim Akhir Mei 2026

Hujan Menengah Guyur Sebagian Wilayah Kaltim Akhir Mei 2026

Langit berawan menyelimuti Kota Balikpapan. BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Kalimantan Timur mengalami hujan kategori menengah pada akhir Mei 2026 dengan peluang lebih dari 80 persen. (Berandapost.com)

BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Hujan masih akan mendominasi langit Kalimantan Timur (Kaltim) hingga akhir Mei 2026. Masyarakat yang berada pada wilayah rawan banjir dan longsor, agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca dalam beberapa hari ke depan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Samarinda memprakirakan sebagian besar wilayah Kaltim mengalami curah hujan kategori menengah pada Dasarian III Mei 2026 atau periode 21-31 Mei. Curah hujan berada pada kisaran 50–150 milimeter dengan peluang kejadian lebih dari 80 persen untuk sebagian besar wilayah Kaltim.

Beberapa wilayah perbatasan Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebih tinggi.

“Curah hujannya berkisar 150-200 mm,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda, Riza Arian Noor, Sabtu (23/5/2026).

Selain itu, sifat hujan pada Dasarian III Mei 2026 secara umum berada pada kategori bawah normal dengan kisaran 50-84 persen. Meski demikian, sejumlah daerah masih akan mengalami sifat hujan kategori normal. Daerah tersebut yakni Kabupaten Paser, Kutai Timur, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Penajam Paser Utara, Mahakam Ulu, dan Kota Balikpapan.

Tips Memilih Hewan Kurban Sehat Jelang Iduladha 2026

BMKG juga mencatat sebagian besar wilayah Kaltim pada Dasarian II Mei 2026 mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH). Namun kategorinya sangat pendek atau berkisar satu hingga lima hari.

Kondisi tersebut akan terjadi terjadi beberapa wilayah seperti Kecamatan Tanjung Redeb, Teluk Bayur, dan Sambaliung di Kabupaten Berau, Kecamatan Jempang Kutai Barat, serta Kecamatan Muara Samu Kabupaten Paser.

BMKG pun mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan perkembangan informasi cuaca, terutama saat aktivitas luar ruangan maupun pada kawasan rawan bencana hidrometeorologi. (bro2)