BERANDAPOST.COM, BONTANG – Upaya menekan angka tengkes (stunting) tidak cukup hanya mengandalkan program kesehatan. Keberhasilan juga bergantung pada kemampuan menyampaikan pesan yang tepat agar keluarga memahami pentingnya pola hidup sehat.
Melalui komunikasi yang santun dan penuh empati, perubahan perilaku hidup sehat dapat tumbuh dari lingkungan keluarga hingga tingkat komunitas.
Komitmen tersebut terungkap melalui Orientasi Penguatan Komunikator Metode Komunikasi Antarpribadi (KAP), Hotel Equator Bontang, Rabu (3/6/2026). Sebanyak 71 tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan mengikuti orientasi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, Toetoek Pribadi Ekowati, menjelaskan orientasi bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi antarpribadi para tenaga kesehatan.
“Terutama dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat,” kata Toetoek.
Tak hanya menerima materi dalam kelas, para peserta juga menjalani praktik lapangan. Mereka berinteraksi langsung dengan masyarakat melalui posyandu, kelas ibu hamil, Bina Keluarga Balita (BKB), hingga lingkungan sekolah.
Dalam kegiatan tersebut, tenaga kesehatan menyampaikan berbagai materi penting secara persuasif. Mulai dari penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) hingga pentingnya menjaga sanitasi lingkungan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, membuka kegiatan tersebut secara langsung sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap percepatan penanganan stunting.
“Pelatihan ini harus menghasilkan dampak nyata sehingga target penurunan stunting bisa tercapai,” ujar Neni.
Menurutnya, kemampuan berkomunikasi secara efektif menjadi salah satu kunci keberhasilan program kesehatan masyarakat. Karena itu, tenaga kesehatan perlu hadir sebagai agen perubahan yang mampu memberikan edukasi secara humanis. (bro2)

