BERANDAPOST.COM, TANA PASER – Aktivitas ekonomi Paser yang semakin bergairah sepanjang awal tahun membawa angin segar. Momentum Ramadan, Idulfitri, penyaluran Tunjangan Hari Raya (THR), hingga berbagai kegiatan berskala nasional dan internasional menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Paser pada triwulan I 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser mencatat ekonomi daerah tumbuh 3,65 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut ditopang peningkatan konsumsi masyarakat, belanja pemerintah, serta kuatnya kinerja sektor pertambangan dan pertanian.
Kepala BPS Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetio, mengatakan berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung sepanjang triwulan pertama memberikan dampak positif terhadap pergerakan ekonomi daerah.
“Secara pengeluaran, komponen belanja lembaga keagamaan maupun ormas mengalami kenaikan sebesar 10,51 persen daripada triwulan I tahun 2025,” kata Bayu, Minggu (14/6/2026).
Selain itu, konsumsi pemerintah dan konsumsi rumah tangga juga tumbuh signifikan masing-masing 10,19 persen dan 4,90 persen.
“Peningkatan konsumsi karena adanya penyaluran THR sehingga mendorong konsumsi rumah tangga,” terangnya.
Ramainya agenda kegiatan yang terselenggara turut memberi efek berantai terhadap berbagai sektor usaha. Hotel, penginapan, restoran, hingga usaha kuliner menikmati peningkatan aktivitas yang cukup signifikan.
“Sektor penyediaan akomodasi makan minum mengalami pertumbuhan yang signifikan ketimbang triwulan I tahun 2025, yaitu tumbuh sebesar 22,73 persen. Hal ini sejalan dengan banyaknya event yang terselenggara sehingga mendorong aktivitas ekonomi pada sektor akomodasi dan makan minum,” ujarnya.
Momentum Ramadan dan Idulfitri juga meningkatkan aktivitas perdagangan. Masyarakat yang menerima THR cenderung meningkatkan konsumsi sehingga mendorong perputaran ekonomi untuk berbagai sektor usaha.
“Terdapatnya momen Ramadan, Idulfitri, dan penyaluran THR juga ikut mendorong aktivitas sektor perdagangan sehingga tumbuh sebesar 15,21 persen daripada triwulan I tahun 2025,” tambahnya.
Pertambangan Masih Jadi Andalan
Meski sektor jasa dan perdagangan menunjukkan pertumbuhan tinggi, sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi tulang punggung ekonomi Paser. Kontribusinya mencapai 55,27 persen terhadap struktur ekonomi daerah.
Bayu menjelaskan, sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan menempati posisi kedua dengan kontribusi 18,41 persen. Selanjutnya industri pengolahan sebesar 7,86 persen.
“Salah satu penyebabnya adalah meningkatnya produksi batu bara dibandingkan triwulan I tahun 2025,” jelasnya.
Kontribusi Kabupaten Paser terhadap perekonomian Kalimantan Timur juga cukup signifikan. Secara regional, daerah ini menyumbang sekitar 6,40 persen.
“Terutama melalui sektor sumber daya alam dengan dukungan peningkatan aktivitas konsumsi dan perdagangan masyarakat,” tukas Bayu. (bro2)

