KUTIM
Beranda / DAERAH / KUTIM / Geopark Sangkulirang Mangkalihat Dijaga Ketat, Kejar Pengakuan UNESCO

Geopark Sangkulirang Mangkalihat Dijaga Ketat, Kejar Pengakuan UNESCO

Geopark Sangkulirang Mangkalihat di Kutai Timur dan Berau terus dijaga menuju pengakuan UNESCO. Kawasan karst ini menyimpan jejak peradaban dan keanekaragaman hayati. (Prokopim)

BERANDAPOST.COM, SANGATTA – Hamparan hutan tropis, gugusan bukit karst, hingga gua prasejarah menjadikan Geopark Sangkulirang Mangkalihat sebagai salah satu kekayaan alam paling berharga. Kawasan seluas sekitar 1,8 juta hektare itu membentangi Kabupaten Kutai Timur dan Berau. Kini kawasan itu mendapat penjagaan ketat sembari menjalani proses penilaian menuju pengakuan sebagai UNESCO Global Geopark.

Geopark Sangkulirang Mangkalihat terkenal sebagai salah satu bentang alam karst terbesar Indonesia, bahkan Asia Tenggara. Kawasan ini memiliki puluhan situs geologi, ekologi, keanekaragaman hayati, dan budaya yang tersebar pada berbagai lokasi. Seluruh potensi tersebut menjadi modal penting dalam proses memperoleh pengakuan nasional dan selanjutnya sebagai geopark dunia oleh UNESCO.

Keistimewaan kawasan ini juga terlihat dari bentang alam karst yang terbentuk jutaan tahun lalu. Gugusan bukit batu kapur menjulang berpadu dengan gua alami, sungai bawah tanah, serta lanskap eksokarst dan endokarst yang kompleks. Karst Sangkulirang Mangkalihat pun tercatat sebagai salah satu sistem karst terbesar Pulau Kalimantan.

Selain memiliki nilai geologi tinggi, kawasan ini menyimpan jejak peradaban manusia purba. Sejumlah gua prasejarah menyimpan lukisan cap tangan dan gambar satwa yang telah berusia ribuan tahun. Situs-situs tersebut tersebar pada Kecamatan Sangkulirang, Sandaran, dan Karangan Kabupaten Kutai Timur. Serta Kecamatan Kelay, Tabalar, Biduk-Biduk, dan Batu Putih Kabupaten Berau.

Aset Dunia dan Potensi Wisata

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan pemerintah memiliki komitmen kuat menjaga kawasan tersebut agar tetap lestari. Menurutnya, geopark ini bukan hanya aset daerah, tetapi juga memiliki nilai strategis bagi konservasi, pendidikan, dan pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Lahan Eks Tambang KPC Jadi Kebun Jagung di Kutai Timur

“Saya minta kepada seluruh pihak, agar tidak mengganggu keutuhan dan kelestarian kawasan (Geopark Sangkulirang Mangkalihat) yang sedang kita usahakan untuk mendapat pengakuan nasional bahkan kita juga upayakan mendapatkan pengakuan secara global,” ucap Ardiansyah.

Sebagai bentuk perlindungan, pemerintah telah menyiapkan regulasi yang mengatur pemanfaatan kawasan agar tetap terjaga dari berbagai aktivitas yang berpotensi merusak kelestarian lingkungan.

“Kita sudah sepakat bahwa perizinan yang pemerintah pusat maupun daerah terbitkan, sudah mempertimbangkan keasrian, keaslian dan keutuhan terutama hutan yang menjadi pokok utama pembangunan Kutai Timur,” ujarnya.

Ardiansyah berharap kunjungan tim penilai yang akan berlangsung Juli ini, menjadi momentum penting untuk memperkenalkan Geopark Sangkulirang Mangkalihat kepada dunia.

“Ini (Geopark Sangkulirang Mangkalihat) akan menjadi catatan penting. Karena ada jejak kehidupan dan peradaban manusia yang sudah ada beribu-ribu tahun yang lalu,” ucapnya.

Bupati Kutai Timur Kenang Gaji Pertama Rp160 Ribu

Ia menegaskan pembangunan daerah harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Pemanfaatan sumber daya alam, lanjutnya, tidak boleh mengorbankan keseimbangan ekosistem maupun keberlanjutan lingkungan bagi generasi mendatang. (bro2)