BERANDAPOST.COM, TANJUNG REDEB – Keindahan bawah laut Kepulauan Derawan kembali menghadapi ancaman. Dugaan penangkapan hiu oleh oknum nelayan dari luar daerah memicu kecaman keras dari Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.
Ia menilai tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran hukum, tetapi juga ancaman serius terhadap kelestarian ekosistem laut yang selama ini menjadi kebanggaan sekaligus penopang pariwisata Kabupaten Berau.
Bagi masyarakat Bumi Batiwakkal, laut bukan hanya sumber penghidupan, tetapi juga warisan alam yang harus terjaga untuk generasi mendatang. Karena itu, setiap praktik yang berpotensi merusak keseimbangan ekosistem harus mendapat tindakan tegas.
Derawan Aset Berharga
Sri Juniarsih memberikan apresiasi kepada jajaran UPTD KKP3K KDPS yang berhasil mengungkap dugaan aktivitas penangkapan hiu saat melaksanakan patroli. Petugas menemukan nelayan beserta potongan tubuh hiu dan pari dengan dugaan sebagai umpan pancing.
Menurutnya, langkah cepat petugas menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam menjaga kawasan konservasi laut. Ia berharap penanganan kasus tersebut berlanjut hingga proses hukum agar memberi efek jera bagi pelaku.
Kepulauan Derawan, lanjut Sri Juniarsih, merupakan salah satu Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yang memiliki kekayaan hayati laut terbaik. Status tersebut menjadikan kawasan ini sebagai aset berharga yang harus terlindungi dari berbagai aktivitas yang mengancam kelestariannya.
“Saya mengecam keras tindakan tersebut dan meminta agar mengusut tuntas kasus ini sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya, Minggu (19/7/2026).
Minta Aparat Bergerak Bersama
Sri Juniarsih meminta seluruh instansi terkait segera memperkuat koordinasi dengan aparat penegak hukum. Ia menegaskan pembantaian satwa yang dilindungi merupakan tindak pidana sehingga memerlukan penanganan serius dari berbagai pihak.
“Saya meminta perangkat daerah untuk berkoordinasi ke instansi terkait, baik BKSDA, Kepolisian maupun KKP,” tegasnya.
Ia juga mendorong penguatan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan pemerintah pusat guna memperketat pengawasan pada wilayah perairan Kepulauan Derawan. Patroli rutin untuk mencegah praktik penangkapan satwa laut yang dilindungi maupun spesies yang populasinya terus menurun.
Edukasi Nelayan Jadi Kunci
Selain penegakan hukum, Sri Juniarsih menilai perlunya meningkatkan edukasi kepada masyarakat pesisir dan para nelayan. Menurutnya, upaya konservasi akan berjalan lebih efektif apabila masyarakat memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem laut.
Ia menegaskan perlindungan sumber daya laut harus sejalan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan hasil laut yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.
“Ini laut kita, masyarakat saya harap berperan aktif menjaga dan melaporkan jika ada aktivitas yang merusak. Laut ini harus kita jaga bersama untuk keberlanjutan anak cucu kita,” tandasnya.

