KUKAR
Beranda / DAERAH / KUKAR / Dongkel dan Lomba Bertutur Bangun Karakter Anak Kukar

Dongkel dan Lomba Bertutur Bangun Karakter Anak Kukar

Pemkab Kukar meluncurkan Program Dongkel, Lomba Bertutur, dan Kelas Literasi Musik untuk meningkatkan minat baca, karakter, dan kreativitas anak. (Prokom)

BERANDAPOST.COM, TENGGARONG – Tawa anak-anak dan lantunan lagu memenuhi Tangga Arung Square, Tenggarong, Selasa (28/7/2026). Suasana itu menandai lahirnya gerakan literasi baru Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Memadukan cerita, musik, dan kreativitas sebagai sarana membangun karakter generasi muda.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar secara resmi meluncurkan Program Dongeng Keliling (Dongkel), Lomba Bertutur (Batur), serta Workshop Kelas Literasi Musik. Ketiga program tersebut untuk menumbuhkan minat baca sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi dan kreativitas anak hingga tingkat sekolah dasar.

Asisten III Sekretariat Kabupaten Kukar Dafip Haryanto menegaskan kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni.

“Melainkan awal dari gerakan literasi yang lebih segar, menyenangkan, dan bermakna,” kata Dafip.

Menurutnya, program tersebut menjadi terobosan untuk membangkitkan minat membaca dan meningkatkan kemampuan bertutur. Termasuk memperkenalkan seni musik sebagai bagian dari proses pembelajaran.

64 Tahun PWRI Kukar, Aulia: ASN Bangun Birokrasi Berintegritas

“Ajarkan anak cucu kita bahwa membaca itu indah, bercerita itu keberanian, dan bernyanyi itu cara terbaik untuk mencintai negeri,” ujarnya.

Literasi Tak Sekadar Membaca Buku

Dafip menjelaskan Program Dongeng Keliling bukan hanya menghadirkan cerita sebagai hiburan, tetapi menjadi media untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan. Mulai dari kejujuran, kerja sama, kepedulian terhadap sesama, serta kecintaan terhadap alam dan budaya lokal Kukar.

Sementara itu, Lomba Bertutur menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengasah kemampuan berbicara depan umum, meningkatkan rasa percaya diri, serta belajar menyampaikan pesan secara komunikatif dan ekspresif.

Menurutnya, kemampuan tersebut merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan abad ke-21.

Workshop Kelas Literasi Musik juga menjadi inovasi baru yang menggabungkan irama, lagu, dan puisi ke dalam proses pembelajaran. Pendekatan tersebut agar mampu membantu anak lebih mudah memahami dan mengingat materi pelajaran karena belajar melalui aktivitas yang menyenangkan.

Sekda Kukar Minta ASN Mahir Berbahasa Indonesia

“Ini adalah warisan edukatif yang luar biasa. Namun zaman sekarang, kita tambahkan: dan ajarkan mereka bercerita, bernyanyi, dan membaca dengan jiwa,” ucapnya.

Penguatan Literasi hingga Tingkat RT

Dafip mengajak seluruh elemen masyarakat mendukung gerakan literasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun karakter generasi muda sekaligus melestarikan nilai-nilai lokal.

Ia menjelaskan, melalui Program Pendidikan Kukar Terbaik, pemerintah daerah mendorong sekolah mengembangkan metode pembelajaran berbasis permainan, dongeng, dan musik agar proses belajar menjadi lebih menarik bagi anak-anak.

Sinergi juga melalui Program RT-Ku Terbaik yang mendorong penyediaan pojok baca serta ruang seni setiap lingkungan rukun tetangga (RT). Langkah tersebut bertujuan untuk menghadirkan budaya literasi tidak hanya di sekolah.

“Tetapi juga tumbuh dalam kehidupan keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.

Kerja Sama Strategis Pemkab Kukar dan Universitas Balikpapan

Dengan hadirnya Program Dongeng Keliling, Lomba Bertutur, dan Workshop Kelas Literasi Musik, Pemkab Kukar berharap budaya membaca, bercerita, dan berkesenian semakin mengakar sehingga melahirkan generasi yang cerdas, kreatif, berkarakter, serta bangga terhadap budaya daerah.