BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Pembangunan Koperasi Merah Putih Balikpapan memasuki tahap akhir. Kehadiran koperasi tersebut semakin dekat untuk memberikan ruang baru bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian berbasis koperasi.
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, bersama Tim Barang Milik Negara (BMN) menerima kunjungan Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo. Kedatangan orang nomor dua Balikpapan itu bersama Wakil Komandan Kodim 0905/Balikpapan Letkol Inf Wawan Gunawan, dan pengurus Koperasi Merah Putih.
Rombongan meninjau langsung progres pembangunan Koperasi Merah Putih Balikpapan yang memanfaatkan aset lahan milik Otoritas Bandar Udara Wilayah VII.
Koperasi Merah Putih Balikpapan menempati lahan seluas 1.000 meter persegi. Lahan tersebut merupakan bagian dari aset tanah Otoritas Bandar Udara Wilayah VII dengan luas keseluruhan sekitar 7,2 hektare.
Otoritas Bandar Udara Wilayah VII memberikan pemanfaatan lahan melalui mekanisme Perjanjian Pinjam Pakai Barang Milik Negara (BMN) kepada Pemerintah Kota Balikpapan. Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Program Koperasi Merah Putih yang masuk dalam salah satu program strategis nasional.
Saat meninjau lokasi, rombongan melihat sejumlah fasilitas utama telah rampung. Pekerja kini menyelesaikan sejumlah bagian akhir sehingga koperasi tersebut dapat segera beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Bagi pemerintah, kehadiran Koperasi Merah Putih bukan hanya soal pembangunan fisik. Koperasi tersebut diharapkan menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi yang mampu membuka ruang pemberdayaan serta memperkuat aktivitas usaha masyarakat.
Aset Negara Berbuah Aktivitas Ekonomi
Agenda peninjauan tidak berhenti pada pembangunan Koperasi Merah Putih. Ferdinan bersama Tim BMN juga mengunjungi salah satu aset negara yang telah memperoleh nilai tambah melalui kerja sama pengusahaan.
Aset tersebut kini menjadi bengkel cat duco mobil. Usaha tersebut telah berjalan dan menunjukkan perkembangan positif. Jumlah pelanggan terus meningkat, sementara aktivitas layanan berlangsung cukup tinggi setiap harinya.
Pengelolaan aset tersebut menjadi contoh bagaimana Barang Milik Negara dapat memperoleh nilai ekonomi ketika pemerintah mengoptimalkan pemanfaatannya. Selain mendukung aktivitas usaha, pengusahaan aset juga berpotensi meningkatkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, mengatakan optimalisasi aset negara dan dukungan terhadap pembangunan Koperasi Merah Putih merupakan bagian dari komitmen lembaganya untuk menghadirkan pengelolaan BMN yang produktif, akuntabel, serta memberi manfaat bagi masyarakat.
“Pemanfaatan aset negara harus mampu memberikan manfaat yang optimal, tidak hanya untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi instansi, tetapi juga memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan, kami berharap Koperasi Merah Putih ini dapat segera beroperasi sebagai pusat kegiatan ekonomi masyarakat. Di sisi lain, optimalisasi aset melalui berbagai bentuk pengusahaan juga diharapkan mampu meningkatkan nilai manfaat Barang Milik Negara sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Ferdinan Nurdin.
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo mengapresiasi dukungan Otoritas Bandar Udara Wilayah VII yang telah memfasilitasi penggunaan aset negara melalui mekanisme pinjam pakai.
Menurut Bagus, kerja sama antara pemerintah pusat dan Pemkot Balikpapan menjadi modal penting untuk mempercepat penyelesaian pembangunan Koperasi Merah Putih. Setelah rampung, koperasi tersebut dapat segera masyarakat manfaatkan sebagai sarana pemberdayaan ekonomi.
Menunggu Pintu Ekonomi Baru
Pembangunan Koperasi Merah Putih Balikpapan kini tinggal menuntaskan sejumlah pekerjaan akhir. Kolaborasi antara Otoritas Bandar Udara Wilayah VII dan Pemkot Balikpapan bahkan menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong percepatan penyelesaian proyek tersebut.
Kehadiran koperasi nantinya tidak hanya mengisi ruang fisik baru. Pemerintah juga berharap koperasi mampu menjadi motor penggerak aktivitas ekonomi masyarakat serta membuka peluang usaha yang lebih luas.
Pada saat bersamaan, optimalisasi aset negara melalui berbagai bentuk pengusahaan akan terus mendapat perhatian. Pemanfaatan BMN secara produktif diharapkan mampu memberi nilai tambah bagi negara, mendukung peningkatan PNBP, sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (bro2)

