BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Potensi pariwisata bahari Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, menjadi alasan kuat untuk mendorong peningkatan status Bandara Kalimarau menjadi bandara internasional.
Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII, Ferdinan Nurdin, mengatakan Berau memiliki potensi wisata yang sangat besar, terutama wisata bahari yang dapat menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurut Ferdinan, Kalimantan Timur memiliki sembilan destinasi wisata unggulan. Empat di antaranya berada di Berau, sedangkan lima lainnya tersebar di sejumlah wilayah seperti Kutai, Samarinda, dan Balikpapan.
“Destinasi wisata Kalimantan Timur itu ada sembilan. Limanya tersebar di Kutai, Samarinda, Balikpapan, dan empatnya ada di Berau. Berarti hampir 50 persen,” kata Ferdinan.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi peluang besar bagi Berau untuk mengembangkan sektor pariwisata sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru. Terlebih, pemerintah saat ini terus mendorong diversifikasi ekonomi agar tidak terlalu bergantung pada sektor pertambangan.
Ferdinan mengatakan sektor pariwisata dapat menjadi salah satu alternatif untuk menggerakkan perekonomian sekaligus membuka peluang investasi baru.
“Kita melihat wisata Berau ini sangat potensial sekali untuk dijual ke nasional maupun internasional,” ujarnya.
Bandara Kalimarau Layani Sejumlah Maskapai
Menurut dia, pengembangan konektivitas udara menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung potensi tersebut. Bandara Kalimarau saat ini telah melayani sejumlah maskapai yang menghubungkan Berau dengan berbagai daerah.
Ferdinan menyebut sejumlah maskapai yang beroperasi antara lain Sriwijaya Air, Lion Air, Batik Air, dan Wings Air.
Kondisi tersebut, kata dia, menunjukkan adanya peluang untuk meningkatkan konektivitas penerbangan menuju Berau, termasuk membuka akses langsung bagi wisatawan mancanegara.
Karena itu, Ferdinan mengusulkan agar Bandara Kalimarau mendapat pertimbangan untuk naik status menjadi bandara internasional.
“Menurut saya, melihat potensi yang sangat luar biasa, Bandara Kalimarau bisa berkembang,” ujarnya.
Ferdinan menilai perubahan status tersebut tidak hanya memberikan manfaat bagi sektor pariwisata Berau. Kehadiran penerbangan internasional juga berpotensi memberikan efek berantai terhadap perekonomian Kalimantan Timur.
Ia juga berharap kemudahan akses bagi wisatawan asing mampu meningkatkan kunjungan ke destinasi wisata Berau. Peningkatan kunjungan tersebut kemudian dapat mendorong pelaku usaha menanamkan modal pada sektor pariwisata, akomodasi, transportasi, hingga ekonomi kreatif.
“Bukan hanya untuk Kalimantan Timur, bukan hanya untuk Berau, tapi untuk Kalimantan Timur secara umum,” tegasnya.
Ferdinan menilai langkah tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan peran sektor pariwisata dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
DPRD Kaltim Dukung Kenaikan Status
Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, menyatakan pihaknya mendukung peningkatan status Bandara Kalimarau menjadi bandara internasional.
Menurut Abdulloh, pengembangan konektivitas udara akan memberikan dampak besar terhadap perputaran ekonomi di Berau. Terlebih, wilayah tersebut memiliki sejumlah destinasi wisata yang potensial untuk dikembangkan hingga pasar internasional.
“Bandara Kalimarau Berau harus menjadi bandara internasional. Efek dominonya ke ekonomi,” ujar Abdulloh.
Ia menyebut Berau memiliki empat destinasi wisata unggulan yang menjadi kekuatan utama daerah tersebut. Pengembangan akses penerbangan akan membantu mendatangkan wisatawan sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Perputaran ekonomi dengan adanya bandara internasional, maka sangat besar sekali karena wisata di sana,” katanya.
Abdulloh menilai pengembangan Bandara Kalimarau harus berjalan beriringan dengan penguatan sektor pariwisata. Dengan konektivitas yang semakin terbuka, Berau akan mampu menjadi salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara ke Kalimantan Timur. (bro2)

