BERANDAPOST.COM, PENAJAM – Menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (Pemkab PPU) menggelar operasi pasar sembako dan LPG 3 kilogram. Kegiatan tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjadi upaya pemerintah menjaga kestabilan harga kebutuhan pokok.
Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan (KUKM Perindag) PPU, pemerintah menggandeng Perum Bulog, toko modern, serta agen distributor lokal untuk menyediakan sejumlah komoditas dengan harga lebih rendah daripada pasaran.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas KUKM Perindag PPU Marlina mengatakan operasi pasar menyasar wilayah yang membutuhkan pasokan bahan pokok dan LPG. Kebutuhan tersebut meningkat menjelang perayaan 17 Agustus karena aktivitas warga dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut meningkat.
“Selain itu, kegiatan ini untuk menekan harga sejumlah komoditas yang masih mahal,” ujar Marlina, Senin (10/8/2026).
Pemerintah menghadirkan sejumlah bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Selisih harga tersebut agar dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus meringankan beban pelaku UMKM.
Operasi Pasar: Harga Sembako Lebih Murah
Marlina menyebut bawang merah dan bawang putih menjadi salah satu komoditas yang mendapat selisih harga cukup signifikan. Pemkab PPU menjualnya Rp32.000 per kilogram, sedangkan harga pasar berada pada kisaran Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram.
Beras Premium juga tersedia seharga Rp77.000 per sak. “Harga ini lebih rendah daripada harga pasar yang mencapai Rp85.000 atau lebih,” sebutnya.
Selain itu, beras SPHP (Bulog) di harga Rp60.000, Minyakita 2 liter Rp31.400 dan Minyak Saru 2 liter Rp43.000. Selanjutnya, gula pasir Rp19.000 per Kg, tepung terigu Rp12.000 per Kg, dan telur ayam Rp55.000 per piring berisi 30 butir.
Harga yang lebih terjangkau menjadi daya tarik bagi masyarakat. Operasi pasar juga menjadi salah satu langkah pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat ketika kebutuhan rumah tangga dan UMKM meningkat menjelang perayaan kemerdekaan.
200 Tabung LPG 3 Kg Ludes Terjual

Ibu-ibu yang menukarkan tabung gas bersubsidi. Sebanyak 200 tabung LPG 3 Kg ludes terjual dalam operasi pasar murah. (Berandapost.com)
Selain sembako, Pemkab PPU menyediakan LPG 3 kilogram melalui salah satu distributor lokal. Sebanyak 200 tabung LPG bersubsidi tersebut langsung habis terjual.
Pemkab PPU menetapkan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET), yakni Rp21.000 per tabung. Termasuk juga menerapkan mekanisme pembelian menggunakan KTP.
“Untuk memastikan penyaluran LPG bersubsidi tepat sasaran,” jelasnya.
Data pembeli kemudian dicocokkan melalui aplikasi MyPertamina. Langkah tersebut bertujuan mencegah pembelian secara borongan oleh pengecer sehingga pasokan dapat menjangkau masyarakat umum dan pelaku UMKM yang membutuhkan.
“Prioritas kami adalah masyarakat umum dan pelaku UMKM yang aktivitas memasaknya meningkat selama kegiatan Agustus,” terangnya.
Pemkab PPU berencana melanjutkan operasi pasar serupa ke sejumlah wilayah lain setelah kegiatan di Penajam. Waru, Sukaraja, dan Maridan menjadi beberapa lokasi yang masuk rencana pelaksanaan berikutnya. (bro1)

