BERANDAPOST.COM, BONTANG – Bukan api, asap, atau bangunan terbakar yang menjadi alasan seorang siswi mendatangi Markas Komando (Mako) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bontang, Rabu (12/8/2026) pagi.
Siswi tersebut datang membawa persoalan lain. Cincin yang ia kenakan tersangkut pada jari manis kirinya. Kondisi itu membuatnya membutuhkan bantuan petugas karena upaya melepas cincin secara paksa berisiko melukai jari.
“Pagi-pagi anak sekolah datang ke Mako karena cincin ia pakai sulit terlepas. Kondisi seperti ini tentu harus segera kita bantu agar tidak menimbulkan masalah pada jari,” kata Kepala Damkar Bontang, Amiluddin.
Rescue Regu 4 Delta langsung menindaklanjuti laporan tersebut. Petugas terlebih dahulu memeriksa kondisi jari sebelum menentukan cara paling aman untuk melepaskan cincin.
“Kita tidak boleh sembarangan melepas cincin karena harus memastikan prosesnya aman dan tidak melukai jari,” ujarnya.
Setelah pemeriksaan, petugas menyiapkan peralatan untuk proses evakuasi.
Gerinda Mini Jadi Andalan
Petugas menggunakan alat pelindung diri (APD) dan gerinda mini untuk memotong cincin secara perlahan. Mereka bekerja dengan penuh kehati-hatian agar alat tidak mengenai jari siswi.
“ Kami menggunakan peralatan yang memang sesuai untuk kondisi seperti ini,” jelasnya.
Proses pelepasan cincin berlangsung dengan pengawasan petugas. Mereka memastikan setiap tahapan berjalan aman hingga cincin akhirnya berhasil terlepas dari jari.

Cincin yang tersangkut pada jari manis seorang siswi sebelum Damkar Bontang melepaskannya. (Istimewa)
Laporan masuk ke Damkar Bontang sekitar pukul 07.50 WITA. Setelah petugas melakukan pemeriksaan dan proses evakuasi, cincin berhasil terlepas sekitar pukul 08.10 WITA.
Selama penanganan, petugas memastikan kondisi siswi tetap aman. Tidak butuh waktu lama hingga masalah tersebut terselesaikan.
“Alhamdulillah, penanganannya tidak berlangsung lama, hanya sekitar 20 menit,” tuturnya.
Kejadian sederhana tersebut sekaligus menunjukkan bahwa tugas petugas pemadam kebakaran tidak berhenti pada penanganan api. Damkar juga memiliki fungsi penyelamatan ketika masyarakat menghadapi kondisi yang sulit mereka tangani sendiri.
Damkar Bontang Layani Situasi Darurat
Amiluddin menjelaskan Damkar Bontang membuka layanan penyelamatan atau rescue bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, termasuk kondisi yang memerlukan peralatan khusus.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri ketika menghadapi persoalan yang berpotensi menimbulkan cedera.
“Kami menghimbau masyarakat tidak perlu ragu datang atau meminta bantuan kepada Damkar ketika menghadapi kondisi yang sulit ditangani sendiri,” pungkasnya. (bro2)

