BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN -Harga plastik untuk pasaran Balikpapan semakin melonjak. Naiknya harga plastik merupakan dampak dari perang antara Amerika Serikat berkolaborasi dengan Israel terhadap Iran.
Gangguan distribusi minyak dunia, terutama di Selat Hormuz, memicu kenaikan bahan baku plastik berbasis nafta. Dampaknya, harga kemasan melonjak tajam dalam beberapa bulan terakhir.
Seperti Pasar Baru Balikpapan, hampir semua jenis plastik naik. Mulai dari kantong kresek, plastik es, hingga wadah makanan. Kenaikan terjadi sejak menjelang Ramadan dan belum mereda.
Herman, pemilik toko plastik, menyebut harga naik bertahap, tetapi signifikan.
“Sudah naik dari sebelum puasa. Sekarang hampir dua kali lipat,” ujarnya, Senin (13/4/2026).
Plastik ukuran kecil yang dulu Rp7.500 kini Rp15.000 per pak. Plastik merah besar bahkan menembus Rp32.000. Wadah makanan dan kertas nasi ikut naik tajam.
Alhasil, kenaikan harga plastik ini memukul daya beli. Penjualan melambat, bahkan penurunan mencapai sekitar 40 persen..
“Dulu satu dus habis sehari, kini butuh hingga lima hari,” ungkapnya.
Perubahan juga terlihat dari perilaku pembeli. Banyak yang beralih ke kemasan lebih sederhana. Tujuannya menekan biaya usaha.
Rahma, penjual gorengan, ikut merasakan tekanan. Biaya plastik meningkat, tetapi ia belum berani menaikkan harga jual.
“Biasanya Rp10 ribu, sekarang Rp15 ribu. Pembeli juga mulai komplain,” katanya.
Para pedagang kini dalam posisi sulit. Mereka harus menahan harga agar pelanggan tidak lari, meski margin terus tergerus.
Harapan pun tertuju pada kondisi global. Jika pasokan kembali lancar, harga plastik akan kembalistabil. Jika tidak, dampaknya bisa merembet ke harga kebutuhan lain. (bro2)

