BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Kekhawatiran terhadap potensi gempa bumi yang dapat mengancam Ibu Kota Nusantara (IKN) akhirnya terjawab. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan seluruh pembangunan infrastruktur IKN telah memperhitungkan aspek mitigasi kebencanaan secara komprehensif.
Kepala Stasiun Geofisika BMKG Balikpapan, Rasmid, mengatakan konstruksi bangunan IKN mampu menahan guncangan gempa hingga magnitudo 7,5. Lebih tinggi dari potensi gempa maksimum yang diperkirakan berasal dari sesar aktif sekitar kawasan tersebut.
“Untuk IKN sebenarnya sudah ada analisa bersama Bappenas. Dari hasil penelitian, struktur bangunan lebih aman terhadap getaran dari wilayah sekelilingnya,” kata Rasmid, Senin (22/6/2026).
Menurutnya, hasil pemantauan BMKG menunjukkan tidak terdapat jalur sesar aktif besar yang melintasi langsung kawasan inti IKN. Namun demikian, sejumlah sesar aktif yang berada dalam wilayah sekitar tetap menjadi perhatian dalam penyusunan strategi mitigasi bencana.
“Antara lain Sesar Meratus yang ujung jalurnya adalah Kabupaten Paser serta Sesar Adang yang membentang kawasan sekitar IKN,” sebutnya.
Kajian mikrozonasi juga memberikan gambaran rinci mengenai karakteristik tanah pada kawasan pembangunan. Data tersebut mencakup tingkat kerentanan terhadap guncangan gempa hingga kondisi lapisan batuan lapuk bawah permukaan tanah.
Informasi tersebut menjadi dasar penting dalam menentukan standar konstruksi bangunan agar mampu menghadapi berbagai kemungkinan bencana geologi pada masa mendatang.
“Pembangunan IKN sangat memperhatikan hal-hal detail seperti itu,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi salah satu prioritas utama dalam pembangunan IKN. Melalui pendekatan berbasis riset, pemetaan geologi, dan perencanaan konstruksi modern, pemerintah berupaya memastikan ibu kota baru memiliki ketahanan tinggi terhadap berbagai potensi risiko bencana alam. (bro2)

