KALTIM
Beranda / TOPIK / KALTIM / Superflu Belum Masuk Kaltim, Waspada Usai dari Luar Negeri

Superflu Belum Masuk Kaltim, Waspada Usai dari Luar Negeri

Dinas Kesehatan mengimbau warga waspada superflu, terutama pelaku perjalanan luar negeri, meski kasus belum terdeteksi di Kalimantan Timur. (Ilustrasi/Gemini AI)

BERANDAPOST.COM, SAMARINDA – Kasus superflu belum terdeteksi masuk Kalimantan Timur (Kaltim). Kendati begitu, masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terutama setelah melakukan perjalanan dari luar negeri.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Jaya Mualimin mengatakan, superflu menjadi perhatian publik setelah terdeteksi pada sejumlah daerah.

“Kami belum menemukan superflu. Meski begitu, instansi terkait agar meningkatkan pengawasan sebagai langkah pencegahan,” kata Jaya, Senin (5/1/2025).

Imbauan ini, lanjut Jaya, juga sebagai respons atas laporan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terkait masuknya varian baru influenza ke Indonesia sejak akhir Desember 2025.

“Masyarakat harus tetap waspada, terutama bagi mereka yang baru kembali dari negara dengan kasus tinggi, seperti Amerika Serikat,” imbuhnya.

Rp183 Miliar Benahi Ruas Simpang Blusuh-Batas Kalteng

Ia meminta agar pelaku perjalanan luar negeri yang mengalami gejala flu segera memeriksakan kesehatan ke puskesmas atau rumah sakit.

“Agar bisa segera mendapatkan penanganan medis,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gejala superflu umumnya menyerupai influenza biasa, seperti demam, batuk, pilek, dan nyeri tenggorokan. Namun, durasi pemulihan superflu cenderung lebih lama ketimbang flu biasa.

“Flu biasa biasanya pulih paling lama sepuluh hari. Pada superflu, proses pemulihan bisa berlangsung lebih dari 14 hari,” terangnya.

Selain itu, Jaya meminta masyarakat tidak panik menyikapi isu tersebut. Ia mengingatkan warga tetap menerapkan pola hidup sehat sebagai langkah pencegahan utama.

Harga Bahan Pokok Kaltim Stabil Saat Ramadan, Pengawasan Diperketat

“Jaga kebersihan dan lingkungan, mengonsumsi makanan bergizi, serta meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari risiko penyakit,” pungkas Jaya. (bro2)