BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Penataan kabel menjadi fokus DPRD Balikpapan. Pasalnya, kabel utilitas yang tidak tertata, bahkan menjuntai pada sejumlah ruas jalan protokol masih mudah ditemukan. Kondisi itu bukan hanya mengganggu keindahan kota, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran soal keselamatan.
Melihat situasi tersebut, Komisi III DPRD Balikpapan mulai mendorong penataan jaringan utilitas melalui konsep kabel bawah tanah. Gagasan ini muncul sebagai bagian dari upaya membangun wajah kota yang lebih rapi, modern, dan ramah lingkungan.
Ketua Komisi III DPRD Balikpapan, Yusri, menilai penataan jaringan utilitas memiliki peran penting dalam menjaga estetika kota. Apalagi, persoalan kabel udara sempat menjadi perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, saat berkunjung ke Balikpapan.
“Balikpapan arahnya menjadi kota yang asri dan nyaman. Kabel-kabel yang semrawut jelas mengurangi keindahan itu,” ujarnya.
Selain itu, DPRD telah memasukkan program penataan kabel bawah tanah ke dalam agenda kerja. Program tersebut agar berjalan selaras dengan pengembangan konsep smart city sesuai visi pemerintah kota.
Ke depan, kawasan jalan protokol serta wilayah strategis menjadi prioritas penataan. Harapannya, jaringan utilitas dapat tertata rapi dalam sistem bawah tanah sehingga tidak lagi mengganggu pandangan maupun aktivitas pengguna jalan.
Untuk mewujudkan rencana tersebut, DPRD Balikpapan telah melakukan koordinasi bersama Badan Perencanaan Pembangunan Daerah dan Dinas Pekerjaan Umum. Nantinya, pelaksanaan teknis akan melibatkan instansi terkait serta para pemilik jaringan utilitas.
Namun demikian, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama. Rencana yang semula mulai berjalan pada 2026 harus menyesuaikan kemampuan keuangan daerah serta prioritas pembangunan lain.
Meski begitu, DPRD tetap optimistis penataan kabel dapat terealisasi secara bertahap. Kendati juga harus melihat kondisi keuangan daerah.
“Kita tidak bisa memaksakan, tetapi penataan kabel ini tetap menjadi agenda penting yang akan terus kami dorong,” pungkas Yusri. (bro2)



