BERANDAPOST.COM, SENDAWAR – Pemerintah mempercepat penguatan konektivitas Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah lewat pembenahan ruas Simpang Blusuh hingga batas provinsi. Proyek tahun jamak (Multiyears Contract) ini menelan anggaran Rp183 miliar dari skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Ruas sepanjang 89,5 kilometer tersebut berperan penting sebagai jalur distribusi barang dan jasa antarprovinsi. Namun sekitar 51,05 kilometer masih rusak berat dan kerap menghambat arus transportasi.
Penanganan proyek berada bawah koordinasi Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.3 BBPJN Kaltim, Joko Sidik, menyebut rancangan proyek untuk menjawab persoalan infrastruktur jalan kelas III secara menyeluruh.
“Kami optimistis, dengan semakin lancarnya arus transportasi jalur ini, maka bisa menekan biaya logistik antarprovinsi dan pertumbuhan ekonomi lokal ikut terdorong,” ujarnya belum lama ini.
Target rampung pada 2027. Lingkup pekerjaan mencakup rekonstruksi jalan sepanjang 10,19 kilometer dengan kombinasi perkerasan aspal dan beton (rigid). Penguatan struktur jembatan juga menjadi prioritas.
“Penanganannya komprehensif. Selain rekonstruksi jalan, ada rehabilitasi mayor dan minor, penanganan titik longsor, serta pemeliharaan berkala pada 17 jembatan agar mampu menahan beban kendaraan,” jelas Joko.
Selama konstruksi, akses masyarakat tetap dijaga. Petugas rutin melakukan penambalan lubang dan perbaikan agregat guna memastikan jalur tetap fungsional.
Peningkatan ruas ini agar memberi dampak langsung bagi warga Muara Lawa hingga Bentian. Akses lebih baik akan memperlancar distribusi barang, mempercepat layanan publik, serta membuka peluang ekonomi baru kawasan perbatasan.
Dengan progres yang terus berjalan, ruas Simpang Blusuh-Batas Kalteng bakal menjadi tulang punggung konektivitas andal antara Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah. (bro2)


