BERANDAPOST.COM, BALIKPAPAN – Kantor Imigrasi Kelas I TPI Balikpapan menegaskan komitmen reformasi birokrasi dengan mencanangkan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), Senin (9/2/2026) lalu.
Agenda berlangsung dalam Aula Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kalimantan Timur. Kepala Kantor Imigrasi Balikpapan, Adi Fachmianur, hadir bersama seluruh Kepala UPT Imigrasi se-Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Rangkaian kegiatan mencakup penandatanganan Pakta Integritas di hadapan Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kaltim. Unsur pengawas eksternal dari BPKP, Ombudsman, dan BIN Perwakilan Kaltim juga menyaksikan prosesi tersebut.
Pencanangan ini memperkuat komitmen menghadirkan tata kelola yang bersih, akuntabel, serta layanan publik yang semakin prima. Layanan keimigrasian memiliki peran strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat dan pelaku usaha.
Adi bahkan menegaskan langkah ini menjadi kelanjutan setelah kantor tersebut meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) pada 2021.
“Setelah meraih WBK pada 2021, kami tidak berhenti pada capaian tersebut. Pencanangan ZI menuju WBBM adalah komitmen untuk terus memperkuat integritas, mempercepat perbaikan, serta memastikan pelayanan keimigrasian semakin mudah, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kami mengajak seluruh jajaran untuk konsisten menjaga budaya kerja bersih dan melayani, serta membuka ruang partisipasi publik dalam mengawasi dan memberi masukan,” tegasnya dalam keterangan resmi, Selasa (24/2/2026).
INOVASI LAYANAN IMIGRASI BALIKPAPAN
Sejalan dengan target peningkatan kualitas, Imigrasi Balikpapan menghadirkan layanan pada Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Balikpapan dan MPP Kabupaten Paser. Langkah ini memperluas akses layanan yang lebih cepat dan terintegrasi.
Selain itu, kantor ini juga menyediakan program EAZY PASSPORT. Layanan jemput bola tersebut memungkinkan permohonan paspor berlangsung di lokasi pemohon, baik instansi, komunitas, maupun kelompok masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, manajemen menyusun langkah kerja terukur agar pembangunan Zona Integritas berjalan konsisten. Fokus utama mencakup penguatan budaya integritas, peningkatan mutu layanan, juga pengawasan dan akuntabilitas kinerja. (bro2)


