BERANDAPOST.COM, JAKARTA – Pemerintah Kota Bontang mengetuk pintu pemerintah pusat demi satu tujuan, yaitu memastikan energi tetap terjangkau bagi warga.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, bahkan memilih tidak menunggu. Ia datang langsung ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), menemui jajaran Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, Selasa (31/3/2026) kemarin.
Langkah itu bukan sekadar kunjungan formal. Ia adalah bentuk ikhtiar agar program jaringan gas rumah tangga (jargas) tetap berjalan, meski tekanan APBD terasa semakin berat.
Pembahasan pun berjalan intens dalam ruang pertemuan. Fokus utama jelas, yakni tambahan sambungan jargas bagi masyarakat Bontang.
Hasilnya pun nyata. Pemkot Bontang berhasil memperjuangkan sebanyak 2.000 sambungan rumah (SR) tambahan.
Kini, total penerima manfaat jargas mencapai 12.553 sambungan rumah. Angka yang bukan sekadar statistik, tetapi cerminan akses energi yang lebih merata.
“Alhamdulillah, ini perjuangan awal tahun untuk warga Bontang,” ujar Neni, Rabu (1/4/2026).
Energi Murah, Harapan Nyata
Jargas bukan hanya soal infrastruktur. Ia adalah jawaban atas kebutuhan dasar masyarakat akan energi yang lebih murah dan ramah lingkungan. Dalam fluktuasi ekonomi dan keterbatasan fiskal daerah, program ini menjadi salah satu penopang kesejahteraan warga.
Upaya Pemkot Bontang menunjukkan bahwa keterbatasan anggaran tidak selalu menjadi penghalang. Dengan strategi dan komunikasi yang tepat, peluang tetap bisa terbuka.
Dalam kunjungan itu, Neni tidak sendiri. Ia membawa tim yang terdiri dari unsur perencanaan, hukum, hingga ekonomi. Kehadiran mereka memperkuat posisi daerah dalam menyampaikan kebutuhan secara komprehensif.
Pertemuan juga membuka ruang baru. Pemerintah pusat dan daerah membahas potensi pelibatan BUMD dalam pengelolaan jargas ke depan, termasuk skema Badan Layanan Umum (BLU).
Ini menandakan bahwa program tidak berhenti pada pembangunan, tetapi juga berlanjut pada pengelolaan yang berkelanjutan.


