BERANDAPOST.COM, BONTANG – Antrean panjang kendaraan pengangkut barang pada sejumlah SPBU kembali menjadi perhatian serius Pemerintag Kota (Pemkot) Bontang. Kemacetan yang kerap muncul akibat antrean kendaraan yang ingin mendapatkan solar bersubsidi, membuat Pemkot Bontang turun tangan memperketat pengawasan.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris menegaskan masyarakat dan kendaraan yang berhak harus benar-benar menerima BBM bersubsidi. Ia juga menyoroti antrean solar yang mengganggu ketertiban lalu lintas dan aktivitas pengguna jalan raya.
“Permasalahan BBM bersubsidi ini harus selesai secara konkret dan tidak terus menjadi pembahasan berulang tanpa solusi. Data kendaraan harus mendapatkan pembaruan, dan juga memperkuat pengawasan,” tegas Agus Haris, Kamis (14/5/2026).
Menurutnya, pengawasan distribusi energi menjadi langkah penting agar penyaluran BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran.
Sebagai informasi, distribusi biosolar untuk Kota Bontang saat ini terpusat melalui lima SPBU resmi dengan total penyaluran mencapai 5.896 kiloliter(KL) setiap bulan. Besaran kuota setiap SPBU juga sesuai dengan kapasitas penampungan dan tingkat pelayanan masing-masing.
Pada sisi lain, Dinas Perhubungan Kota Bontang melaporkan temuan terkait data kendaraan operasional. Dari sekitar 4.000 unit truk dam yang tercatat, hanya 2.153 unit yang aktif dan rutin menjalani uji KIR kelayakan. Data tersebut mendorong pemerintah melakukan validasi ulang terhadap kendaraan penerima BBM subsidi.
Pemkot Bontang bersama aparat kepolisian sepakat memperkuat pengawasan distribusi energi agar penyaluran berjalan tertib dan tepat sasaran.
Tak hanya pengawasan, pemerintah juga mulai membahas solusi jangka panjang untuk mengurangi kepadatan antrean kendaraan dalam pusat kota. Salah satunya melalui dukungan terhadap pembangunan SPBU baru milik Kopkar PKT, kawasan Tugu Selamat Datang. (bro2)


